Saturday, 26 April 2008

Lukisan lelaki sempurna


Lelaki berwarna kulit asia, tubuh gempal, alis tebal, sorot mata tajam, jambang dan kumis, bulu-bulu halus di dada bidang dan kaki telanjang, penis yang menegang kencang. Semua tergambarkan dengan begitu indahnya oleh tangan emas penuh nafsu Gengoroh Tagame.

Semua lelaki yang dia lukiskan dalam bentuk graphic novel dan pin up / poster adalah sempurna.

Di Jakarta aku sendiri!

  • Si A harus menemani orang tuanya kondangan.
  • Si B ke RS karena ibu dari sahabatnya sedang di operasi.
  • Si C sedang paskahan bareng keluarga.
  • Si D tidak ada kabar padahal rencana hari ini mau melayat ke rumah teman bareng.
  • Si E harus ngerjain kerjaan side job yang duitnya dikit.
  • Si F pengen menyendiri di rumah saja karena lagi patah hati.
  • Si G gak jawab SMS mungkin sedang lemburan lagi.
  • Si H gak jawab SMS mungkin lagi pacaran.
Malam minggu ini berakhir dengan aku duduk di bangku F13 Studio 1 Djakarta Theater XXI dengan mulut merajam tablet hisap FG Troches di samping tante cerewet dan (berusaha) menikmati film The Nanny Diaries yang biasa banget (kecuali kemunculan cowok seksi bernama Chris Evan) dan aku nonton sendirian! Ini malam minggu!!!! INI MALAM MINGGU!!!!!



AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARGGHHH!!!!!!


Friday, 25 April 2008

Tentang siapa dia


Sosok itu muncul di depan mata. Bening seperti bintang layar kaca. Tubuh tinggi semampai dengan kulit putih mempesona tanpa cela. Kemeja lengan pendek (yang dibuat lebih pendek dari biasanya) memamerkan bisep-trisep mungilnya dan kancing dibuka dua. Tas travelling jinjing dengan garis putih Bally diangkat dengan anggunnya. Dan dia bertemu dengan seorang bule tua. Lalu mendapatkan jeweran telinga.

Siapa dia?

Aku tidak mengenalnya. Dia hanya melintas dengan sepersepuluh detik matanya menatapku dan senyuman muncul antara ada dan tiada. Tidak ada siapa-siapa disekitar hanya aku saja. Dan aku pun membalas dengan senyuman yang sama hambarnya. Dia kembali bercakap dengan bulenya. Lalu menaruh tas dan mengambil tiket pesawat sembari melemparkan tatapan mata. Dan aku memberikan senyum cerah. Dan dia membalasnya dengan senyuman tak kalah cerah dan kedipan mata yang jelas-jelas diperuntukkan aku saja. Dan dia melangkah memasuki Bandara dengan sesekali memalingkan wajah.

Siapa dia?

Aku tidak mengenalnya. Dia hanya melintas indah. Tapi dia bukan siapa-siapa. Aku juga bukan siapa-siapa. Aku hanya lelaki yang telah memutuskan sebuah hubungan sepihak karena emosi-kebimbangan hati dan sedang berdiri di Bandara Soekarno Hatta terminal 1A menanti sang mantan terkasih datang untuk pergi kesebuah pulau penuh dosa dan ketika bertemu hanya sempat melambaikan tangan saja.

Siapa dia?

Sudah lah diam saja! Jangan banyak tanya!!

......


Thursday, 24 April 2008

Surat (putus) cinta



Kepada :

Yth. Cinta yang tak sempurna.

Ketidaksempurnaan diriku, ketidaksempurnaan dirimu.
Ketidaksempurnaan keinginanku, ketidaksempurnaan keinginanmu.
Ketidaksempurnaan hatiku, ketidaksempurnaan hatimu.

Kita hanya manusia biasa.. yang tak sempurna

Monday, 21 April 2008

Bintang gemintang ku

This summary is not available. Please click here to view the post.

Aku sedang nonton film..


Duduk di kursi yang cukup keras. Ditemani Iced Cappucino yang pahit dan Popcorn yang terasa hampa di lidah. Tepat! Aku sedang menikmati film di Blitz Megaplex.

Duduk di kursi yang sangat empuk. Ditemani Iced Cappucino yang terasa pas dan Popcorn yang cukup menghibur lidah. Tepat! Aku sedang menikmati film di XXI Entertainment X'enter.


Thursday, 17 April 2008

Pain without borders : Indonesia

(click to enlarge picture)

Advertising Agency: TBWA/MAP, Paris, France
Creative Directors: Sebastien Vacherot, Manoelle van der Vaeren
Art Director: Stephane Lecoq
Copywriter: Alban Penicaut
Photographer: Platinum
Art Buying: Vanessa Barbel

Published: March 2008
Tentang bencana yang terus terulang. Banjir. Tsunami. Banjir. Banjir. Series nya ada tentang Cambodia dan Africa. Secara konsep masih diperdebatkan originalitas-nya karena mirip dengan print-ad Snickers yang mengusung root : treadmill (cek gambar dibawah). Tapi harus diakui art direction dan detail crafting-nya keren.


(click to enlarge picture)




Where did my baby go?


Suatu hari yang cerah, sebuah cerita dusta mengalir tentang pertemuan mereka. Aku tidak percaya. Aku tidak perduli. Tapi hari yang cerah dengan cerita dusta memaksaku menatap dunia yang dulunya penuh cinta dengan sudut yang berbeda.




Wednesday, 16 April 2008

Keindahanku takkan terbunuh


Dan kebosanan karena hanya duduk menatap monitor tanpa kerjaan apapun (bahkan chatting-browsing tidak membantu) menghantarkanku melenggang di trotoar jalanan menuju Alfamart. Pepohonan tinggi sedikit menyelamatkan kulitku dari serangan sinar tajam menyayat panas matahari sore. Tapi sayangnya tidak dapat menyelamatkanku dari tatapan siswi-siswi SMA berjilbab yang sedang menunggu bis di halte. Mereka saling berbisik sembari bola mata yang menjilati tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Ada apa ya?

Aku. Dengan rambut sedikit mohawk dan wajah berhiaskan jenggot rapi terawat di dagu. Berbalut atasan kaos vintage kasual warna pink bergambar pink panther dengan aksentuasi berupa sobekan kecil-kecil dipinggir bagian lengan dan leher. Sabuk Giordano (yang sudah berumur 10 tahun) tampak sedikit mengintip. Celana Levi's Eco yang merupakan hadiah dari klien tampak pas menempel di kaki. Sepatu Converse pink dengan ikat tali dijalin layaknya tikar (trend mengikat sepatu era 80'an) tampak sangat serasi dengan warna kaos atasanku.

Ada yang salah?

Langkah kaki ini tidak mengacuhkan mereka dan tetap melenggang sombong melewati wajah-wajah tidak bersahabat itu dan menganggap mereka hanyalah debu-debu jalanan yang selalu beterbangan dan berakhir di saluran pembuangan. Mereka hanya sekumpulan mahluk dengan baju 2 hari sekali ganti dan belum mengenal sebuah penemuan yang bernama deodoran, padahal hormon mereka mulai bekerja menebar aroma yang bisa menjadikan lalat sebagai sahabat karib, kerjanya hanya iri dan menggerutu katika melihat orang lain bisa tampil dengan sebegitu indahnya.

Yes I'm a bitch, beautiful bitch!
So, back off slutt!!








Monday, 14 April 2008

Cute Lube Adv



Aquaglide. Fruit flavored lubricant


voyeurism era

This summary is not available. Please click here to view the post.

Piano hitam ketika makan siang


Puri Mall dengan Barbie Fairy pink tersenyum di siang hari yang diguyur hujan. Menyantap KFC kombo 1 dengan dada ayam mentok original dan sayap ayam crispy, sebongkah nasi hangat dan Pepsi dingin tanpa es. Bersama-sama menikmati makan siang dengan beberapa teman di kantor baru, sembari mendengarkan obrolan tentang pencerahan dan kepercayaan terhadap Tuhan di bangku yang dekat dengan piano.

Piano.


Piano yang sama dimainkan seseorang yang manis menggemaskan dengan suara merdu di bulan Agustus tahun 2004. Dengan wajah bulat oriental memakai setelan jas formal. Yang saat itu hanya bisa aku nikmati dari jauh, dibalik kerumunan pengunjung Puri Mall yang sedang membeludak. Di sebuah akhir pekan.


Saat itu aku menemani sang (mantan) kekasih ku mengurus pertunjukan anak-anak didiknya dalam pementasan tari balet. Yup, dia memang penari balet. Sekali melihat penampilan dia di Gedung Kesenian Jakarta. Konon setahun setelah perpisahan kami, dia terbang menjadi TKI di Paris namun kembali ke Jakarta karena cedera kaki.

So sad.

Kembali ke bulan April 2008 tanggal 14 di siang hari yang diguyur hujan. Cukup lah sedikit mengenang masa-masa indah itu. Aku kembali ke kantor, bercanda soal bengkoang, makanan Kupang dan ikan Lele. Sampai salah satu dari kami akhirnya ingin muntah.


Puri Mall. Historical. My 1st time Boyfriend in Jakarta...