Sunday, 16 December 2007

Perempuan, lelaki masa kini..


“ Mas, jangan pakai sandal dong kalau mengajar. Memang sih mas pakai sepatu sandal semi formal, tapi lebih baik mas pakai kaos kaki hitam yang nutupin jari kaki supaya pas ibu datang gak ada teguran-teguran gak penting..”


Yah, itulah saran seorang sahabat ketika aku masih mengajar di sebuah Bimbingan Belajar. Hanya masalah jemari kaki yang terlihat. Dan sang sahabat sendiri nyata-nyata memakai sandal bertali -hak tinggi- yang mempertontonkan indah putih cantik lentiknya jemari kaki. Tapi dia adalah seorang perempuan.

Setelah menghadiri sebuah acara dengan dress-code anak sekolah, dan aku memakai seragam sekolah bercelana pendek kotak-kotak, bersama para sahabat kami menuju ke sebuah club dan sayangnya tidak dapat menembus masuk. Karena aku bercelana pendek. Dan aku melihat perempuan-perempuan masuk ke club dengan rok mini dan celana pendek, bahkan bisa dibilang sangat pendek. Yah, mereka adalah perempuan.

Perempuan yang selalu berkoar-koar akan emansipasi dan kesetaraan, tapi sekarang mengapa aku merasa seperti seorang “perempuan” yang ingin sekali berkoar-koar akan emansipasi dan kesetaraan? Akulah “perempuan masa lampau” di dunia yang dikuasai mereka, sang “lelaki masa kini”….

Dan kemudian aku terduduk di Studio 1 Djakarta Theater, di tempat duduk yang sangat ergonomis bagi audio dan visualku. Menyaksikan pemutaran film penutup JIFFEST 2007 berjudul Perempuan Punya Cerita (Chants of Lotus), film Indonesia pertama yang mendapatkan kehormatan sebagai film penutup di ajang JIFFEST, film dari-oleh-untuk wanita sang “lelaki masa kini”…

Perempuan selalu berkorban dan menjadi korban..

Perempuan selalu berkorban dan menjadi korban..

Perempuan selalu berkorban dan menjadi korban..

Perempuan selalu berkorban dan menjadi korban..

Dari film dimulai dan film berakhir, kesimpulan sudah dari awal bisa ditebak : Perempuan selalu berkorban dan menjadi korban. Seakan-akan sudah menjadi kutukan sejak hawa memakan buah apel pemberian ular iblis.

Dan memang 4 cerita yang di ramu oleh Melissa Karim dan Vivian idris, yang di bentuk menjadi sajian lengkap oleh 4 sutradara wanita Nia Dinata, Upi, Lasja F. Susatyo dan Fatimah T. Rony ini memamparkan kemungkinan-kemungkinan akan kenyataan-kenyataan yang memang terjadi dimasyarakat Indonesia secara blak-blakan. 4 Cerita yang bisa dirasa masing-masing memiliki akhir yang ngambang (atau yang sahabatku bilang berkesan setengah-setengah).

Film yang buruk ? Iya, itulah yang pendapat seorang sahabat, yang aku sendiri tidak perduli pendapatnya apa -karena dia adalah orang yang selalu menganggap karya anak bangsa adalah karya yang tidak bermutu dan karya anak bangsa lain sangatlah sempurna-

Film yang bagus ? Iya, karena bagaikan fiksi kehidupan dokumenter wanita Indonesia. Kenyataan pahit memang harus dirasakan karena kejujuran memang sangat menyakitkan.

Dan aku seharusnya malu karena mempermasalahkan sepatu sandal dan celana pendek ke level emansipasi..

Lampu studio menyala, aku bersama sahabat dan Dhana melangkah keluar. Mata ini berusaha menjelajahi wajah-wajah disekitar dan mencari sosok yang sebelum pemutaran film membuatku tiba-tiba menghela nafas. Mencari Aji. Dan aku menemukan dia ditengah gerombolan wartawan, aku hanya meliriknya tanpa keberanian menyapa, tanpa tahu apakah dia mengetahui keberadaanku, dan aku berjalan menjauh, dan ketika Dhana sibuk dengan HPnya yang selalu bergetar selama pertunjukan, aku menyempatkan memalingkan wajah dan menatap Aji, satu kali, dua kali, tiga kali.. Aku membencinya, aku benar-benar berusaha.. Dia masih tampak indah….. Ya ampun! Aku benar-benar “perempuan masa lampau”!!!!


Monday, 10 December 2007

Gejolak malam


Sebagian aku sudah lupa detail peristiwa, hanya teringat bahwa aku tidur dalam dekapan hangat tubuh besar berdaging lebih seorang Senior Copywriter untuk brand rokok di perusahaan multinational periklanan besar yang berkantor di Sudirman. Sangat hangat-menyenangkan. Dan istrinya muncul marah-marah....

Aku terbangung, bingung, mimpi yang aneh....






Sunday, 9 December 2007

Doaku penutup weekend ini..


Memang hidup tidak akan indah tanpa kedinamisan. Layaknya sebuah jalan tol yang lurus panjang tanpa kelokan dan tanpa lubang, bisa-bisa pengemudi akan terkantuk dan hilang kendali karena bosan. Tapi bukan berarti jalan tol itu akan lebih menyenangkan bila penuh liku dan bertaburan lubang? Yah, setidaknya buat aku pribadi.

Don’t Sweat The Small Things adalah sebuah buku hadiah ulang tahun ke 21 dari Riska, mantan pacar perempuan ku, yang sampai sekarang aku kurang paham apa alasan dia memberi hadiah itu, yang aku yakin bahwa dialah yang lebih membutuhkan buku itu. Dan ingin rasanya aku mencari buku itu sampai dapat dan memberikannya kepada Dhana.

Yup, small things yang diatasnamakan “perasaan halus” yang harus di jaga supaya tak tersakiti, layaknya Holy Grail, layaknya kerangka homo sapien tertua di museum, layaknya senyuman monalisa milik Da Vinci. Dan semakin lama semakin membuatku ingin berteriak diatas Monas memuntahkan kekesalan. Tapi untungnya kekesalan itu berhasil aku tahan saat itu, Ohlala-Thamrin di Minggu pagi, aku bersama Dhana dan sahabat-sahabatnya, dan sahabat-sahabatku yang sudah datang dari tadi menunggu kartu “skip-bo” yang sangat mereka rindukan.

“Kok gak gabung dengan anak-anak?”

“Abis mereka mulai main kartu duluan, jadi yah nunggu satu putaran baru bisa main lagi”

Dan sebuah lampu besar menyala merah dengan suara bel menggaduh 3 kali. Tubuh Dhana menolak sentuhanku, wajahnya memaling dan tak sudi menatapku, dan aku sadar bahwa jawabanku salah. Harusnya jawaban kuis “Sebagaimana Kau Menghargai Perasaan Pacarmu?” adalah : “Aku gak gabung dulu sama mereka karena aku pengen duduk sama kamu.”

Dhana meninggalkan aku dan bergabung dengan sahabat-sahabatku yang sedang bermain Skip-Bo. Aku duduk menatap wajah sahabat-sahabat Dhana dengan senyum yang sangat palsu. Dan dalam hati aku pun mencecar…

Kenapa selalu begini? Kenapa mempermasalahkan hal-hal sepele? Kenapa kau mengagungkan perasaan halusmu? Kenapa semua selalu tentang kamu? Kenapa kamu menempatkan aku di situasi yang tidak mengenakkan? Kenapa seakan-akan aku selalu melakukan kesalahan? Kenapa kau marah karena aku bukan cowok romantis? Kenapa? Kenapa? KENAPA??!!!!!!


Adakala aku sangat muak. Aku selalu memikirkan kamu, selalu panik ketika untuk kesekian kalinya kamu ngambek, karena aku sayang kamu. Aku ingin mempertahankan hubungan ini karena aku sayang kamu. Aku selalu memohon maaf walaupun aku sendiri tidak paham apa yang terjadi, karena aku sayang kamu. Aku tidak perduli siapa benar dan siapa yang salah, karena aku sayang kamu. Yang aku inginkan adalah melihat kamu kembali tersenyum dan menerbitkan matahari di dunia khayalanku, dunia khayalan kita. Karena aku sayang kamu.



Dan aku hanya mengunci rapat-rapat mulut ini untuk menghindari kejahatan berantai yang bisa aku lakukan, menatap langit-langit tenda luar Ohlala, mengalihkan pikiran dan bernafas dengan tenang. Rileks. Bayangkan pantai, ombak, angin, kedamaian dan keheningan. Tenangkan diri dan dingin kan kepala….


Tidak! Sampai kapan aku harus hidup seperti ini? Mengalah dan mengalah akan sebuah masalah yang sangat tidak penting buat dipermasalahkan! Kenapa membuang-buang banyak waktu dan pikiran akan hal kecil yang tidak menyangkut kehilangan nyawa, kerugian material yang berjuta-juta, perceraian orang tua, kekacauan ekonomi Negara, rencana Malaysia untuk meng-klain Bahasa Indonesia sebagai bahasa mereka, dan hal-hal besar lainnya???!!! Bahkan ini tidak ada hubungannya dengan kita akan memutuskan hubungan. Silahkan marah apabila kita ada di situasi dimana aku harus pergi bekerja di Jerman dan hubungan tidak akan bisa berhasil karena jarak, atau karena aku ketahuan tidur dengan salah satu sahabat mu dan kamu menyaksikan dengan mata kepala sendiri, atau karena-karena lain yang lebih patut di jadikan alasan untuk marah! Kenapa harus memberikan tontonan ke penduduk Ohlala dan sahabat-sahabat kita bahwa aku tidak memberikan jawaban yang kau inginkan untuk terlihat menyanjungmu?


Sekarang aku ingin memberikan kuis trivia :

  • Kalau kau menyayangi seseorang, apakah kau ingin melihatnya tersenyum bahagia atau malah ingin melihatnya tertekan ?
  • Apakah kalau kamu sebal dan marah kau akan memperlihatkan secara sponanitas dimana saja kapan saja?
  • Apakah kau memikirkan perasaan pasanganmu atau hanya perasaan mu saja ?


Kesal dan marah….



Kami pun kembali naik mobil dan pulang, aku tanpa permintaan maaf dengan tangan yang memeluk dia. Dia hanya diam tanpa bergerak.

Kami pun berada diatas tempat tidur, aku yang masih tanpa permintaan maaf dengan tangan yang masih memeluk dia lebih erat. Dan dia menjawab pelukanku, kami saling mendekap dan dia berbisik…

“Maafkan aku sayang…” suara lirih itu pun hilang dan kami berciuman.

“Aku sayang kamu..” ujarku sangat bahagia.

Yah, semua butuh waktu. Aku yakin dia tidak akan selamanya seperti ini, manusia akan selalu berubah, menjadi lebih baik, menjadi lebih matang, menjadi lebih dewasa.

Amien..




(Mata ku terpejam berusaha mencipta gelap penghantar tidur dan masih mendekap Dhana. Namun visual sebuah scene Across The Universe kembali terproyeksikan dari memory, Jude –Jim Sturgess- dengan suara merdunya menyanyikan lagu “All You Need is Love” di atap gedung dan Lucy –Evan Rachel Woods- muncul dari sebrang gedung)



Wednesday, 5 December 2007

kupu-kupu didalam botol..



Ingin melihat kupu-kupu di tangkap, di masukkan kedalam botol gelas besar, dan mereka berusaha bernafas namun akhirnya mati? dan 3 orang sahabat sebagai pelakunya tampak tidak perduli dengan bangkai-bangkai kupu-kupu di dalam botol gelas besar dan mereka hanya memikirkan betapa buruknya apa yang menimpa diri mereka, betapa menderitanya mereka, betapa sedihnya mereka.... Dan kupu-kupu tetap mati dalam botol gelas besar, tapi kematian mereka tidak sia-sia, karena nama mereka diabadikan sebagai judul cerita...


semua ada di film BUTTERFLY karya terbaru Nayato
film manis yang tak terselesaikan dengan manis


Paket itu masih mentah



PAKET A

Usia 35 tahun, kharismatik, kebapakan, pintar, low profile, memiliki senyum cerpelai yang menggemaskan, berfikir jauh kedepan, sederhana, karir yang cukup sukses di negeri impian, bahkan sudah memiliki rumah disana.

PAKET B

Usia 30 tahun, pintar, pekerja keras, sukses dengan menjadi pengusaha, suka automotif, sangat pengertian, personality yang mengagumkan, selalu bersikap baik kepada siapa saja, ceria.

PAKET C

Usia 30 tahun, kepintarannya bisa di bilang jenius, wajah antagonis dan senyum licik khas, suaranya renyah menyenangkan, karya-karya yang mengagumkan, berpenampilan sederhana.


Paket-paket yang indah bukan? Kalau bisa dibuat perumpamaan : seperti mangga yang ranum, warnanya oranye kemerahan, daging lembut, harum, enak di nikmati tanpa harus repot-repot bikin bumbu rujak.

Dan muncullah paket baru!

PAKET D

Usia 24 tahun, manis dan menggemaskan, tubuh yang aduhai, manja, super sensitif, penuh cinta, karir yang masih berada di tahap proses tapi memiliki masa depan yang cerah, haus perhatian dan kasih sayang, polos dan tulus.


Paket ini memang berbeda dengan 3 paket favorit ku di atas yang mereka sudah siap dipetik, mereka sudah melewati fase pembentukan kepribadian. Sedangkan paket D adalah paket yang masih harus dibina, diarahkan, dibentuk. Dan aku mencintainya, aku ingin membinanya, mengarahkannya, membentuknya. Dan dengan proses itu aku juga mengharapkan secara tidak langsung aku juga dibina, diarahkan, dibentuk dan bersama-sama mematangkan diri menjadi lebih baik.

“D” untuk Dhana, dan aku mencintainya..




* Tidak bermaksud untuk menganggap orang-orang yang pernah ada di hidup ku sebuah paket cepat saji dan dibanding-bandingkan, hanya sebuah perumpamaan bahwa aku tidak mau terus manja dengan hanya mau menerima mereka yang sudah jadi (matang) dan tidak lagi meremehkan mereka yang masih muda (mentah) karena mereka juga penuh cinta dan mengagumkan. Tanpa ada yang mentah tidak akan ada yang matang bukan ?




Sunday, 2 December 2007

Surat dari Our Holy Mother

Setelah lunch, aku cek email dan tampak sebuah email baru datang dari our Holy Mother. Sedikit parno sih, karena agak capek nanggapin sindiran-sindiran berantai tentang ke gep main facebook.com, memang salah yah kita bekerja tanpa lupa untuk bersosialisasi? niatnya hanya ingin bekerja dengan fun, dengan selingan-selingan yang menjaga mood. Berfikir positif lah.

Dan aku tertampar oleh pikiran ku sendiri, aku tidak berfikir positif terhadap ibu, yang ternyata kirim email berupa Quis (berantai) iseng-iseng gitu. Dan aku tergelitik geli untuk meencoba. Dan hasilnya sangat menyebalkan :


  • Bahwa aku (sebenarnya) mencintai Aji, dan lagu "Never Felt This Way" (yang nyanyi Babyface, ada juga versi Alicia Keys) adalah lagu yang memuja cinta, lagu tentang perasaanku kepada Aji!!.. oh Gowd... Aji mungkin adalah orang yang sempurna buat aku, terlalu sempurna malah. Tapi sebuah hubungan dibutuhkan kesetaraan dan timbal balik. Buat apa mempertahankan perasaan sepihak? Cukup lah menyakiti diri sendiri. Karena aku sangat mencintai hati ku.. Peace! Hehehe
  • Bahwa Dhana adalah orang yang aku suka tapi tidak akan berhasil dalam hubungan serius, dan lagu ku tentang "Kekasih Sejati" (Monita) adalah lagu tentang kami berdua.. lagu tentang pengharapan.. Mungkin Dhana bukan yang terindah, tapi saat ini dialah yang terbaik untukku.. Selama ini aku selalu mengejar mereka-mereka paket yang sudah jadi, sangat egois bukan? dan Dhana aku lihat adalah sosok yang adorably-cute.. Masih muda dan mentah.. Tapi tidak bisa di remehkan akan masa depannya yang sangat cerah.. love him ... anyway, sebodo amat kalau hubungan kami tidak akan berhasil, akan aku buktikan bahwa ramalan itu salah!! hehehe...
  • Bahwa Aaron adalah orang yang aku paling banyak menaruh perhatian.. Tidak bisa menyangkal, salah satu yang terbaik dalam hidupku...
  • Bahwa Ve adalah Lucky Star ku... Semoga dengan jauhnya dia dari aku tidak menjauhkan keberuntunganku..
  • Bahwa kakak pertama ku adalah orang yang sangat mengerti aku... So wrong!!
  • Bahwa lagu "A Song For You" The Capenter adalah lagu yang menceritakan tentang apa yang ada di pikiran ku, lagu tentng cintaku (terhadap Dhana)..
  • Bahwa lagu "Lost" Michael buble adalah lagu yang aku rasakan terhadap kehidupanku.. bercerita tentang seseorang yang meyakinkan orang yang dikasihinya tidak akan sendiri... jadi apakah seumur hidup aku akan menyakinkan mereka (orang yang aku cintai) bahwa aku akan menemani mereka, tidak akan meninggalkan mreka dalam kesendirian ? Capek dong!
Kuis yang menyeramkan... Aku tidak percaya! hehehehe..




Dan Indonesia pun lega!!


Dhana menutup telinga di dalam pelukanku ketika si cantik-pintar Ata dan si sok ganteng-garing-belagu-artikulasi jelek Daniel akan mengumumkan siapakah yang akan mewakili Indonesia di ajang Asian Idol. Tubuhnya tiba-tiba lemas ketika disebutkan yang mewakili Indonesia adalah pria, Dhana sangat mendukung Rini, ikutan SMS pula. Hehehe..

Cukup mengecewakan karena Rini pertama kali di sebut keluar, karena aku berharap bahwa : Rini dan Mike lah yang di 2 besar. Delon hanya lah pihak yang beruntung karena ulah Joy, dan Ikhsan mengingatkan aku pada Akademi Fantasi Indosiar Winner, Ferry. No offense yah, pendapat pribadi. Dan satu-satunya harapan ku, dan harapan Indonesia, adalah Mike.

Dan aku pun lega!
Dan Indonesia pun lega!
Dan Juri-juri Indonesian Idol pun lega!
Dan wajah Ata pun kembali sumringah!
Mike terpilih mewakili Indonesia!!

Mungkin sudah banyak rumor publik yang mengatakan bahwa ajang idol ini masih ada permainan di belakang, utak atik jumlah SMS, tapi setidaknya yang bermain belakang (kalau rumor itu benar adanya) sudah berfikir waras tidak memenangkan Delon. Dan para pemberi SMS untuk Delon harusnya sadar bahwa Delon tidak akan bisa memenangkan Asian Idol dengan kualitas suara seperti itu, sadarkah kalian kalau wajah Indonesia akan malu? Dan kalaupun dia mewakili dan ternyata masih menang, Indonesia akan menang dengan tetap merasa malu.

Anyway, lawan di Asian Idol adalah : Abhijeet Sawant (India), Jaclyn Victor (Malaysia), Mau Marcelo (Filipina), Hady Mirza (Singapore) dan Puong Vy (Vietnam). Yang menurut aku paling seram adalah lawan dari Malaysia dan Filipina yang suaranya sangat powerful, dan mungkin untuk survive sempurna dibutuhkan Mike.

Semoga...

Amien..


Thursday, 29 November 2007

Laura pun bahagia..




"Laura bersama anaknya kembali ke rumah panti asuhan tempat ia pernah dibesarkan. Simon sang anak adalah seorang pengidap positif HIV dan memiliki daya khayal yang tinggi sampai sampai ia sering berfantasi dan bermain petak umpet bersama 6 orang temannya, yang tidak pernah eksis di mata orang lain ! Suatu hari Simon menghilang dan disaat itulah Laura sadar bahwa ia tidak hanya berhadapan dengan masa lalunya namun suatu misteri yang gelap dan menakutkan sedang terjadi di rumah panti asuhan itu. Laura harus menyelesaikan masalah ini atau dia akan kehilangan Simon .."
[www.screamfestindo.com]
Dhana, aku, Yama, Iwan dan Tenny duduk sederet menikmati film yang diputar. The Orphanage (Orfanato, El). Film yang menegangkan, menyeramkan dan mengharukan. Seperti memakan roti, mengunyahnya kadang terasa pahit, tapi lama-lama rasa berakhir menjadi manis. Jarang sekali aku melihat film (yang di kategorikan) horor tapi mampu memaksa aku tersenyum bahagia, padahal nyata-nyata cerita berakhir tragis.

Karena keindahan itu ternyata dapat muncul
dari sebuah kesedihan, penderitaan dan pengorbanan.

Nominasi di 9 kategori di Barcelona Film Award dan nominasi International Jury Award di Sao Paulo International Film Festival. Benar-benar pantas sebagai film pembuka Scream Fest 2007. Keep watching guys..



Penghianatanku..


Hey, aku sudah berada di hari ke tujuh setelah ikrar ikatan keseriusan. Dan aku mulai merasa bersalah atas sebuah penghianatan.

Setiap hari aku habiskan bermain-main di taman bermain, yang bernama dunia nyata ini dan sekarang tampak indah sekali, bersama sang beruang kecilku. Kalau tidak, aku habiskan waktu untuk mengingat setiap detik yang sudah aku lewati dan menghayalkan apa yang aku lakukan bersama sang beruang kecilku di waktu-waktu mendatang.

Membuka kan pintu hatiku berarti membukakan pintu duniaku, dan sang beruang pun mulai menyelami lautan tempat aku hidup. Bertemu teman-teman gank Asrama Polwan, nonton bersama teman-teman movie-buff, makan siang dengan teman-teman kantor. Dan aku semakin bahagia karena semua orang mendukung, dan banyak yang memberikan selamat "akhirnya aku bisa tidak lagi lajang", dan tidak sedikit yang iri karena memang sang beruang kecilku sangatlah lucu-adorable dan indah.

Tapi aku tetap merasa bersalah atas sebuah penghianatan, karena semakin hari terlewati semakin sedikit tulisan yang muncul di blogs ini.. aku sendiri bingung.. dengan milyaran perasaan bahagia ini, mengapa sangat sedikit tertumpah dan terprasasti? apakah karena keindahan ini adalah fana? apakah surga dunia ini ternyata tidak banyak memberi inspirasi? ataukah karena gejolak yang diakibatkan oleh banyaknya kupu-kupu berterbangan dari perutku ini sebegitu megahnya menghantamku sehingga aku sendiri tak mampu berkata-kata lagi?

Aku ingin menulis lagi...



Friday, 23 November 2007

Aku, kamu, satu..




Seminggu yang lalu aku hanya bisa terdiam karena dia cuma membisu. Dan aku kembali menunggu sembari membuktikan bahwa aku bersungguh-sungguh. Seminggu telah berlalu dan aku menanyakan hal yang sama seperti minggu yang lalu.

Dan kami pun menyatu






Wednesday, 21 November 2007

Lalat-lalat perfilman Indonesia


Setelah mampir di [http://mumualoha.blogspot.com/2007/11/get-fucked.html] dan [http://mumualoha.blogspot.com/2007/09/opera-jawa-surat-kesedihan-garin.html], akhirnya aku benar-benar merasa muak terhadap lalat-lalat dunia perfilman Indonesia. Aku tidak akan menyentuh para pekerja seni yang berusaha berkarya demi pengembangan intelektual diri dan memperpanjang hidup sejarah perfilman lokal. Tapi aku benci mereka, lalat-lalat yang merasa dirinya bak burung-burung bangkai yang dengan gagah dan garangnya mengincar-memangsa karya-karya film yang semakin lama semakin banyak bermunculan, tapi tetap saja mereka hanya lalat-lalat yang berterbangan dengan suara yang mengganggu pendengaran, menempelkan kaki-kaki kecilnya yang bikin kulit gatal, dan sangat ingin sekali aku jerat di raket listrik tekanan tinggi sehingga dia mati terbakar listrik. MATI!

Komentar sana komentar sini membedah sedetail-detailnya sebuah film (yah, hanya bisa komentar), menertawakan kebodohan para pekerja film (yah, hanya bisa menertawakan), yang mungkin berakhir dengan pengharapan orang-orang yang mendengarkannya akan terpesona (betapa pintarnya dia) betapa luas wawasan dia. Atau mengharapkan bahwa masyarakat Indonesia akan berterimakasih akan kritikannya yang (masih dalam konteks pengharapan) akan menjadi cambuk untuk perkembangan perfilman Indonesia menjadi lebih baik ? Tapi maaf, buat aku, mereka tetap lalat-lalat penyebar penyakit yang berseru untuk “Bikin film bagus, atau jangan bikin sama sekali”. Yup, seperti dia yang hanya duduk diam tidak melakukan apa-apa, dan menuntut undangan gala premiere (dasar pengincar gratisan dan gak modal), lalu buru-buru mengambil goody bag (bahkan mengambil 2), lalu di luar studio kembali menertawakan semua detail kesalahan dan ketidak-masuk-akalan film dan pulang dengan tidur pulas. Tidur terus sana. MATI SEKALIAN!!

SUPPORT LOCAL MOVIE!!

Jangan pernah menyerah untuk berkarya, dan tetap belajar dari kegagalan, karena tanpa kegagalan kita tidak akan bisa menciptakan karya besar. SEMANGAT!!!



[reka ulang] perbincangan biadab



------

“Aji, jadi bagaimana pertemuan dengan Hiro?”

“Gila! Jebakan batman abis-abisan. Tuh orang bawel, banyak omong, basi, sok kenal, sok tahu, sok akrab, sok asik, benar-benar aneh bin ajaib ! SMS terus-terusan, telpon terus-terusan, aku bukan tipikal anak SMA pencari cinta, banyak hal yang lebih penting yang harus aku lakukan daripada menanggapi semua SMS dan telpon dia. Rese.”

“Hehehehe.. ya maaf, kirain kalian nyambung, secara pas kamu lihat photo dia di friendster, kamu benar-benar antusias bukan?”

“Ok, aku gak mau membahas itu lagi…”

“Sip lah, jadi nanti ketemu di Dharmawangsa Square jam 4 yah. Aku ajak Iwan dan 17an.”

“17! Kamu ajak 17an? Dia kan kasus nya sama kayak Hiro..”

“Hey, dia tidak psycho kayak Hiro yang neror SMS dan telpon.”

------



Shocking. Aku disamakan dengan Hiro. Hiro adalah sosok banci yang (ngakunya) kesepian (padahal dia sudah punya pacar yang mendampinginya belasan tahun). Mulut cablak, berucap bertutur tanpa berpikir panjang. Basi dan selalu kegenitan dengan siapa saja (atau bisa aku bilang : apa saja). Tidak tampak sisi intelektual sedikit pun, hanya kepercayadirian yang tinggi dengan bersenjatakan omong kosong sok asik.

Look at me. Aku masih muda (10 tahunan lebih muda dari banci itu), secara fisik aku lebih menarik, aku juga straight-act jauh lebih baik dibanding dia. Aku juga tidak kegenitan ke siapa saja. Aku lebih bisa mengerti posisi orang lain. Aku tidak pernah memaksakan apapun kepada orang lain. Aku berusaha sebaik-baiknya untuk tidak merugikan orang lain. Dan aku single!

Dan apa yang kau pikirkan ketika menyamakan aku dengan Hiro?!!!
YOU ARE SO DEAD TO ME!!!

Ya, sangat kecewa. Dan perbincangan biadab itu akhirnya membuka kan mataku lebar-lebar betapa tidak berharganya kamu. Aku selama ini buta dengan obrolan basi di lorong Blitz ketika aku menjadi Usher Volunteer, buta dengan dengan pelukan kamu di Kemang apalagi ciuman penutup yang saat itu (dengan sangat terpaksa dan atas nama kejujuran) membuat ku terbang melayang, buta dengan pertemuan esok harinya di Tornado yang berakhir dengan bercinta, buta dengan kembali kamu datang dan menikmati malam dengan keringat dan fake orgasm, buta dengan kau tinggalkan sikat gigi dan pisau cukur instan di kamar mandi ku, buta dengan ucapan akan mengajak ku jalan makan bersama.

Tapi sekarang aku tidak buta lagi, malah aku meng
-kasihani kamu, hidup dengan handsome-gorgeous-talented-smart-celebrity syndrome.

PS : Makasih buat teman-teman yang selalu berusaha membukakan mataku selama ini, Bal dan Yama.



menggeliat lelap


di dalam sebuah ruang di penghujung dunia
selimut gelap terkuak oleh sinar malas lampu menembus cendela
kelembutan saling memagut menyanyikan sanjungan surgawi
kulit yang tergelincir oleh basah air buangan lubang pori
udara semakin langka dengan dua pasang lubang pernafasan saling berebut
menghentak menggigit mencabik menampar menggores
tumbang lah helaian spiral hitam tergeletak di lantai
hancurlah tembok pembendung dan air pun menyeruak
kami pun terhempas jatuh lemas
dan basah..



aku menggeliat gelap dan kalap
datanglah dan buat aku merasa lengkap







Tuesday, 20 November 2007

Aku tidak butuh Trophy pemenang..


" 17an, ini ada refisi baru dari client. Jadi logo yang kanan di take out, di ganti tulisan GRATIS! yang besar warna kuning, atau mungkin putih, yah mereka belum decide sih pilih mana tapi coba nanti dibuat alternatif aja. Background warna merah diganti warna biru, mereka tidak suka aja. Bodycopy di rubah total menjadi Dapatkan kesempatan berlibur ke Alaska selama 7 hari. Untuk ukuran ternyata mereka ada 2 keysheet yang berbeda, jadi coba di aplikasikan keduanya. Kalau bisa jam 3 selesai yah karena aku mau kirim Client lagi jam 4 nya. Danke yah sweety"


Dan sang AE pun melenggang dengan anggunnya kembali ke meja nya setelah memberi brief refisian yang tidak pernah ada habisnya. Dan apa yang harus aku lakukan ?

Ini lah reaksi ku biasanya :

" Maksudnya apa ini? Kemarin bilangnya pindahin logo dari yang kiri ke kanan, karena ingin logo stand out, sekarang di hilangkan aja, alasannya apa? lalu tiba-tiba di ganti tulisan GRATIS! yang juga belum jelas kenapa, belum lagi permintaan warna yang mereka juga bingung mau warna apa. Warna di Background di ganti jadi biru?! Perjalanan warna jadi cukup panjang yah, pertama kita dah konsep kan print-ad nya adalah dominasi merah dan di kombinasi kuning, lalu mereka request jadi hijau, lalu minta exercise dengan warna jingga, lalu balik ke merah, sekarang minta BIRU! Selama mereka bisa kasih alasan yang masuk akal sih oke aja, tapi lama kelamaan desain jadi hancur. Mereka minta kita konsisten tapi kok mereka sendiri plin plan"


Dan hasilnya adalah, setelah bersitegang jambak menjambak cakar mencakar dan saling bersilat lidah, aku tetap harus kerjakan refisian. Sama aja. Sama aja. Dan aku capek.

Sekarang apapun yang AE lempar aku sudah mengurangi nada-nada protes, sedikit demi sedikit. Percuma juga memukul gong pertempuran lagi, karena pertempuran sesungguhnya adalah antara AE dan Client. protes-protes itu hanya membuang banyak waktu ku, lebih baik di kerjakan sampai secepatnya selesai dan kembali ke kerjaan Side Job yang duitnya lebih besar.


Mengalah bukan untuk kalah,
hanya ingin memanjakan mood ku saja
supaya tidak terbuang sia-sia
hanya untuk bermarah-marah






Monday, 19 November 2007

Reuni bareng Clamp


Alkisah, hiduplah sebuah legenda
tentang Shirahime, sang Dewi Salju.

Konon, bila salju turun dengan deras,

itu tandanya Shirahime sedang menangis.
Di tengah hujan salju yang sangat lebat itulah,
kisah ini dimulai...


Tulisan di atas terpatri di cover belakang ketika mengambil komik Shirahime-Syo (The Snow Goddess) karya Clamp ini. Cukup menarik, walaupun sebenarnya alasan aku membawa komik ini ke cashier counter adalah karena Clamp sendiri. Tim komik all female yang luar biasa menakjubkan dengan karya-karya (yang buat aku pribadi sangat inspiring) seperti Clover, X/1999, xxxHolic, Angelic Layer, Chobits, CardCaptor Sakura, RG Vega, Magic Knight Rayearth, dan lain lain.

Dan walaupun sedikit pesimis dengan tampilan covernya yang kurang oke (yang aku percaya itu adalah kesalahan penerbit karena gambar tidak tajam dan berkesan asal "crop"), aku kembali terpaku dan terpesona dengan lembar-lembar bergambar di dalam nya. Indah sekali..

Mengangkat 3 cerita yang didasari dari cerita rakyat Jepang...

Cerita pertama, tentang seorang gadis pergi untuk membunuh serigala berbulu hitam yang diyakini adalah pembunuh sang ayah, tapi semuanya menjadi lebih rumit karena adanya keraguan keyakinan sang gadis dan berakhir tragis.

Cerita kedua mengisahkan sepasang kekasih yang terpisahkan dan berusaha membuktikan janji untuk kembali bersama, dan mereka pun kembali bertemu, walau tidak seperti yang diharapkan.

Cerita terakhir adalah tentang kecemburuan seorang lelaki akan kemesraan sepasang burung bangau sehingga dia membunuh kedua burung bangau itu, dengan berakhir penyesalan.


Cinta, indah, sedih, haru, aku sendiri sangat terharu... (aku bener-bener sedang berlebihan)




Sunday, 18 November 2007

kembali tampak bodoh


Izard : Jadi bagaimana dengan Pulau Hantu..
Iwan : Film apaan sih itu, gak penting..
Izard : Tapi lumayan lah dibanding yang lain kan?
Iwan : Yah, mending kamu ngobrol ma 17 aja deh, dia suka tuh film..
17an : Emang bagus bukan? aku suka shoot-shoot dinamisnya, ke ceriaan dan ke-gokilan anak-anak muda nya
Iwan : Dan bunuh bunuh bunuh dan bunuh..
17an : Mirip-mirip Scream bukan?
Iwan : So ?
17an : Lagian film ini segmented, dibuat untuk anak muda dan harus dapat feel anak muda donk, dan menurut aku sih dah cukup sukses.. Mungkin buat orang-orang selain anak muda akan melihatnya sebagai tontonan cemen, karena memang kita bukan segmentasi nya..
Iwan : Oke, kalau berbicara bisnis. Mungkin orang awam akan menganggap film ini bagus dan laris di pasaran. It's not a good movie, but a good "commercial" movie. Beda say. Kalau mau fair, harus di lihat dari berbagai sisi, banyak faktor yang harus di perhitungkan : Para pemain di depan kamera dan di belakang kamera. kemampuan mereka meracik film yang menjadi 1 paket utuh. Contoh : Ada Apa Dengan Cinta, segmentasi anak muda, dan karena keseriusan penggarapan menjadikan segmentasi melebar. Bahkan diyakini sebagai film penggugah tidur panjang nya industri perfilman diIndonesia. That's a good movie.

--- Kadang aku benci Iwan karena dia selalu membuat ku tampak bodoh ---






Saturday, 17 November 2007

Stroberi jadi coklat ?


Pagi ini aku melaksanakan tugas yang sudah menjadi keharusan setelah sarapan di hari libur, bertapa diatas dudukan toilet, dan sekarang sambil membaca Graphic Novel Buddha buku ke 7. Sayup-sayup terdengar suara seksi Pasha Ungu menyanyikan lagu “Disini Untukmu”, sekejab kemudian sang Buddha aku tinggalkan tertutup dalam tumpukan lembaran-lembaran bergambar dan mulai berfikir..


Seorang wanita akan sangat shock apabila mengetahui kalau lelaki pujaannya adalah pencinta sesama jenis. Dan aku akan tertawa getir menyaksikan sang wanita tersobek-sobek hatinya dengan kekecewaan dan ketidakberdayaan, lalu terkadang aku juga terbawa akan kegalauan mereka karena aku memiliki sisi wanita (Hello, I’m gay anyway!).


Tapi, apakah yang akan aku rasakan bila yang terjadi sebaliknya?

Misalnya, ternyata pasanganku selama ini ternyata mencintai wanita layaknya pria normal, dan meninggalkan aku untuk cinta sejati! Apakah aku akan shock? Apakah aku akan menerima? Apakah aku hanya akan tertawa betapa lucunya cara dia bercanda? Apakah aku akan menuduhnya mencari alasan untuk memutuskan hubungan?


Semua ini gara-gara film Coklat Stroberi (lagu dari Ungu “Disini Untukmu” adalah salah satu OST dari film ini). Kemarin malam aku baru beli DVD nya sebagai hidangan hiburan bermalam minggu (yang pertama kali) hanya berdua saja dengan (terkasih) Dhana. Bercerita tentang cinta segitiga, melibatkan sepasang gay yang masih sangat muda (Nesta-Ali) dan seorang gadis (Key). Dengan ending bahwa Nesta akhirnya kembali mencintai seorang gadis manis Key dan meninggalkan Ali.


Selama ini aku memiliki pendapat bahwa apabila seorang lelaki sudah bisa menyukai lelaki lainnya seperti halnya mencintai wanita, dia tidak akan bisa kembali. Apa selama ini aku salah? Ataukah memang sebenarnya film ini adalah film profokasi buat para gay bahwa kita bisa kembali menjalani hidup normal?


Tidak terima!

Tidak terima!

Pokoknya tidak terima!!

Hal itu tidak akan pernah terjadi!!!


Tanpa alasan, dengan berdasarkan feeling yang kuat dan pengalaman hidup (yang tidak seberapa banyak), aku akan tetap Tidak Terima. Seperti halnya para orang tua yang baru saja mengetahui anaknya Gay dan berusaha dengan segala cara untuk menyadarkan sang anak yang (mereka percayai sedang) berhalusinasi atau mabuk atau kemasukan setan.


Dan sekarang aku ragu. Karena aku meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Buktinya kaum Gay ada di dunia ini walaupun dulu di yakini sebagai ketidakmungkinan, bahkan dosa!


Aku pun mengakhiri pertapaan pagi ini dan membersihkan diri. Terkadang tidak berfikir lebih nikmat dibanding berfikir. Hehehehe…



Friday, 16 November 2007

Last Caution


Airmata tidak mengalir deras..
Tidak seperti ketika aku menyaksikan pertengkaran 2 sejoli di layar bioskop..
Ketika aku (Tang Wei) masih bernama Wong Chia Chi..

Airmata tidak mengalir deras..
Tidak seperti ketika aku terbawa emosi dalam aksi panggung drama, bersama Kuang Yu Min (Wang Leehum), sehingga membawa semua penonton dalam ombak patriotik..

Airmata tidak mengalir deras..
Tidak seperti ketika aku berganti nama menjadi Mrs. Mak yang harus merelakan keperawanan untuk menjerat Mr. Yee (Tony Leung), orang kuat yang mendukung pendudukan Jepang, dan ternyata dia malah pergi ke Hongkong, dan aku menyaksikan kebodohan-kebodohan jiwa muda kami yang penuh ambisi perjuangan dan berakhir pembunuhan..

Airmata tidak mengalir deras..
Tidak seperti darah yang mengucur dari kepala tertembus peluru dan tubuh yang tergeletak di jalanan, ketika Shanghai semakin terpuruk, ketika aku tidak lagi meneruskan kuliah malah belajar bahasa Jepang, ketika untuk beras merah pun di jatah, ketika Kung hadir lagi untuk sebuah permintaan : menyelesaikan misi (yang dulu) tertunda..

Airmata tidak mengalir deras..
Tidak seperti ketika Mr. Yee berhasil merenggut tubuh ku, menarik rambutku, melemparkanku, menindihku dan menyetubuhiku..

Airmata tidak mengalir deras..
Bahkan tidak sebanyak yang tidak sengaja menetes dari mata Mr. Yee, ketika aku menyanyikan lagu cinta di sebuah restoran Jepang, entah apakah karena terharu dengan nyanyian dan tarianku, atau karena sadar bahwa kekuasaan Jepang di China semakin lama semakin menyurut..

Airmata tidak mengalir deras lagi..
Ketika aku menatap wajah Kuang yang masih keras, dan teman-teman kelompok drama panggung ku dulu yang ternyata selalu ada di sekitarku..
Ketika aku menatap hamparan jurang yang ada di depanku, sangat gelap, sangat dalam..
Ketika aku sadar bahwa ajalku sudah dekat, dengan tubuh yang bersimpuh, terikat, menatap kegelapan, merasakan sesuatu akan menembus..

Airmata tidak mengalir deras lagi..
Tidak sederas airmata Mr. Yee di kamar yang aku biasa tiduri di lantai atas rumahnya...



Pemain : TONY LEUNG, JOAN CHEN, LEE-HOM WANG, TANG WEI
Sutradara : ANG LEE
Penulis : WANG HUI LING, JAMES SCHAMUS, EILEEN CHANG (STORY)
Produser : ANG LEE, WILLIAM KONG, JAMES SCHAMUS
Produksi : FOCUS FEATURE



Wednesday, 14 November 2007

lelaki hujan-ku


Kami memandang ke luar cendela sambil berpelukan. Kami. Ya, kami, aku dan Dhana. Ketika Jakarta di guyur hujan dan angin hebat, setelah rentetan petir menggelegar dahsyat, menumbangkan banyak pohon dan sebuah billboard "Film Get Married" di perempatan sebelum terminal blok M.

Waktu menggulung terbalik dan aku yang masih berumur belasan sedang berjalan di pematang sawah di belahan kota Surabaya yang masih hijau. Hujan turun dan aku berlarian berkejaran dengan Askar, seorang sahabat di SMP, anak saudagar Indo-Pakistan berpostur tinggi besar dan sekujur tubuh yang berbulu . Dia adalah Lelaki Hujan-ku, karena dengan dia lah hujan-hujan menjadi memiliki arti. Hujan menghantarkan kami akan suka cita dan sedih duka. Hujan adalah saksi bisu akan cinta (pertama) ....

Hujan adalah romantisme klasik

Sudah lama tidak bersua dengan Askar. Kunjungan dia terakhir ke rumah ku ketika aku sudah semester 2 di jaman perkuliahan, dengan membawa kabar akan menikah secepatnya dengan seorang gadis dari kota Malang.

Aku semakin mempererat pelukan, membagi hangat tubuh dan cinta kasih, menatap wajah Dhana dan kami pun berciuman. Aku sangat bahagia.




Monday, 12 November 2007

diam menerawang


Kelu dalam menguntai kata-kata indah. Yang aku ingat hanyalah senyuman wajahnya, hangat tubuhnya, lembut bibirnya. Dan ketika dunia kembali terang dalam kenyataan, dia membuatku semakin lemas.....

Dan tiba-tiba tirai tertutup dalam panggung drama ku, tidak lagi aku melihat Aji, Aaron, Ve, Alex, Dodik, dan semua bayang-bayang masa lalu yang selalu membuat ragu langkahku. Aku hanya melihat sosok beruang kecil itu...

Apakah aku........


Sunday, 11 November 2007

kami tertawa dan dia merona


Bulu : Sedih sekali, tadi ada seseorang yang nelpon dari HP Yadi dan nanya siapa aku, lalu ditutup..
17an : Hah ? Maksudnya ? siapa ? kok...
Bulu : Aku juga bingung, aku telpon balik kok gak diangkat-angkat.. jadi pusing aja, kok begini? Ada apa ini?
17an : Kamu dah telpon ke nomer HP satunya? Karena mungkin kayak kasus temen kantor ku yang HP nya hilang, yang mencuri itu menelpon ke beberapa nomer penting di phone book dia..
Bulu : Suara banci kayak gitu, berarti dia homo dong.. Itu mungkin pacar gelap Yadi kali..
17an : Hush...

---
Beberapa teman muncul dan bergabung
membuka sebuah pembahasan tentang rencana ke Bali di Hot Planet Sarinah,
suatu malam ketika langit Jakarta kembali menangis,
seakan ikut sedih seperti apa yang Bulu rasakan
---


17an : Bulu, Yadi kan punya banyak nomer... 3 kalo gak salah, kamu simpen semua?
Bulu : Iya di HP LG shine..
17an : Yang di Ben-q ?
Bulu : Cuman satu, yang default phone dia.. yang selalu dia pasti bawa
17an : Yang pas kamu di telpon itu dia pakai nomer yang mana ?
Bulu : Pakai yang Mentari.. Aku hapal aja nomer nya..
17an : Yakin tuh nomer Yadi ?
Bulu : Yakin!! Hapal luar kepala beneran..
17an : Berapa sih nomernya ?
Bulu : 0815xxxxx...
17an : Aku cek dulu yah....

---
Beberapa teman yang tadi sudah bergabung

masing-masing tanpa di komando cek di HP masing-masing,
di ikuti senyuman dan tawa tertahan,
dan pertahanan jebol!
Kami tertawa!!
---


17an : Jangan sok hapal deh, itu nomer HP si Joni yang paling baru...
Bulu : Apaaa??!!! BANCIII ITU!!!! AWAS YAAAAAHH!!!!!

---
Beberapa teman yang tadi sudah tertawa semakin tertawa,
dan aku tersenyum mereda dan menatap bulu dengan terkesima,
akhirnya aku bisa melihat sisi wanita Bulu, yang panik dan terganggu,
merasa tidak aman, merasa sedih dan penuh kekecewaan,
takut kehilangan sesuatu yang berharga, menjadi berlebihan.
Tanpa perlu mengucap, aku bisa dapat merasakan
bahwa Bulu akhirnya terbukti sangat menyayangi Yadi,
walaupun dia terus menyangkalnya
---


Saturday, 10 November 2007

beruang kecil yang (sepertinya) lucu



Mungkin karena aku berkenalan dengan dia di Heaven Club, dimana dentuman musik menghajar detak jantung dan nadi, dimana hanya segelintir cahaya penerangan berwarna warni yang bergerak dinamis, dimana Cupid mencekoki diriku dengan 4 spot Tequila dyang membuat semua terasa gempa.

Yup, aku berkenalan dengan seorang beruang kecil bernama Dhana, dari abang mungil yang sudah aku kenal puluhan abad yang lalu. Dan Tequila mempermudah segalanya. Bermula dari gigitan jeruk yang berakhir dengan ciuman yang panjang dan membuai, yang sayangnya aku salah karena ciuman itu berlanjut terus, berdiri, terduduk, tertidur, menindih, bibir ini melekat memagut. Bibir yang enak untuk di kulum karena tebal menggemaskan.

Seakan lupa bahwa 4 jam sebelumnya aku bercerita kepada Yama dan Iwan tentang bagaimana manisnya Dodik dengan kiriman makan sore, telpon-telpon manis dan SMS-SMS pelipur lara, masakan indomie telor double di pagi hari, pernyataan cinta dalam lagu Ruth Sahanaya.

Seakan lupa bahwa 1,5 jam sebelumnya hati ini sedikit sebal karena kehadiran orang lama yang berkarakter keras kepala dan menganggap semua orang bodoh karena (dikira) mempercayai semua kebohongannya. Dan malam itu dia membawa kakek-kakek ke Heaven Club. Hello.. It's Gay Club, bukan Panti Jompo!

Seakan lupa bahwa 30 menit yang lalu Alpha boy menanyakan perihal hubungan aku dengan Aji, yang aku menjawabnya dengan "no comment" dan dia tidak percaya karena dia mendapatkan informasi dari orang yang sangat terpercaya, dan yang aku (dulu) percaya, sangat tidak dimaafkan... Aku bukan artis! For God Shake!!

Seakan lupa bahwa 1 jam yang lalu aku sedikit kebingungan tidak jelas karena ternyata Ve muncul bersama pinoy, sang kekasih, dan the whole Bear gank nya. Hati ini masih belum bisa menerima walaupun harusnya aku sudah bisa menerima dan memang aku tidak berhak untuk tidak menerima..

Seakan lupa bahwa 2 jam yang lalu aku menemui pinoy Nissan Teana yang memasang muka kecut-asam-asin karena aku tidak membalas SMS dia yang menanyakan apakah aku akan datang ke Heaven malam itu, dengan alasan pulsa habis, dan dia bilang baik-baik saja, melantai berdua untuk beberapa hembusan nafas dan kembali bergabung dengan gerombolan ekspatriat chinese-nya..

Tapi aku ingat besok aku akan datang lagi ke Dharmawangsa Square untuk bisa dapat menemui wajah Aji dengan senyuman cerahnya, sorot mata antagonisnya, bibir mungil dengan sejuta sensasi ketika dia berkata-kata. Pungguk ini masih saja mengharapkan bulan..

Dan pagi ini aku melihat betapa lucu nya wajah Dhana, bentuk wajah bulat, bibir tebal, tertidur pulas di sampingku. Dia masih sangat muda. Apakah aku berhianat terhadap cinta tulus Dodik? Apakah aku berhianat terhadap kecemburuan pinoy Nissan Teana yang dari awal sudah di sepakati bahwa hubungan kami hanya sebatas sex? Apakah aku berhianat terhadap altar Aji yang kubangun di kamar?

Sudah lah..
Aku hanya merindukan Aji.....
Sangat merindukan Aji.


Friday, 9 November 2007

Dia bawa anak!



Dan duduk lah (mereka yang mengaku) Azhari bersaudari di pojok Ohlala dekat pintu, dengan kartu yang jarang sekali terlihat di mainkan tergeletak di meja. Skip-Bo.

Ayu Azhari malam itu, seperti biasa, tampil mempesona. Di balut kaos Giordano hitam tipis, sepasang puting tampak menonjol sempurna, celana pendek berbahan jeans vintage dan loafer coklat muda yang terlihat sangat manis membungkus jemari kaki. Dengan cekatan dia membagikan kartu Skip-Bo sebanyak 3 tumpuk masing-masing 20 lembar, tapi tatapan matanya tetap lincah berlompatan menyapu puluhan pria-pria (yang sebagian besar adalah penyuka pria juga) di penjuru cafe.

" Girls, arah jam 2 pakai kaos coklat.. nilai 7," Ayu mengambil salah satu dari 3 tumpukan itu dan mengocoknya lagi. Permainan kartu Skip-Bo pun bersaing dengan permainan Ohlala Idol. Memberi penilaian terhadap semua laki-laki yang melewati mereka.

Rahma Azhari yang selalu tampil ala eksekutif muda, baju kerah dan celana kain yang licin rapi jali, jaket kulit coklat yang panas dan sepatu Prada bokap, tak lupa sasakan rambut setinggi satu meteran yang selalu membuat dia kesusahan sendiri ketika berada di Busway, menoleh dan melempar mata angkuhnya ke sosok yang di maksud Ayu. Bibir nya pun mengerucut bagaikan lubang pantat yang sedang merekah, yang berarti signal buruk.

" Next, aku cuma kasih 2, itu pun karena kasihan.." seraya menghembuskan asap rokok layaknya mucikari stress.

Sarah Azhari mengocok tumpukan yang dia pilih dan mengembalikan lagi di meja, dia ambil 5 kartu dari tumpukan sisa yang di letakkan di tengah-tengah meja. Tubuh yang sudah mulai membesar itu di balut kaos putih Quicksilver hasil hunting pesta diskon 80% di Pasaraya Grande. Jam Levi's putih, yang sepertinya seluruh ABG di dunia memakainya, melingkar di lengan kiri. Bercelana pendek kebanggaan dan sepatu Converse seri Weapon warna putih-kuning-ungu yang sudah mengelupas dimana-mana. Dibalik 5 kartu yang membentuk kipas, mata sipitnya menatap pria yang di maksud Ayu.

" Nice one, 8 deh.." ujar Sarah datar tanpa ekspresi.

" Selera kalian tidak berubah yah.. oldies abies.." Rahma menghisap batang rokok Capri dengan lembut. Mengamati 5 kartu di tangannya, dan bibirnya kembali mengerucut bagaikan lubang pantat yang sedang merekah. Kartunya jelek.

" Selera oldies sih gak papa, dari pada wajah oldies," celutuk sarah yang dengan lincah memainkan kartu dengan lancar. Ayu pun tersedak karena hasrat tawanya muncul di saat bersaman dia meminum teh peppermint-nya.

" Sialan. Jam 7 dari arahku, pakai kaos hijau gelap dan botak dan tua dan gendut, kesukaan kalian... aku kasih 3 aja karena wajahnya pasti ketika muda sangat-sangat tampan," Rahma mengambil gelas plastik berisi Coca-Cola dan 2 irisan lemon.

" Nilai 9.. Wow... love that one," Ayu menggumam jaim karena tidak ingin orang-orang di sekitar mereka tahu apa yang sedang di percakapkan.

" 9,5 almost perfect.." Sarah mematikan kartu dan membiarkan Rahma bermain. Mata Sarah menatap tajam ke lelaki bernilai almost perfect itu, lebih dalam, lebih detail. Tangan lelaki itu, jemari ber cincin kawin. Dan beberapa menit kemudian seorang wanita cantik berjilbab menggamit tangan lelaki itu.

" Sial. 9,5 kali 3 ... Ayu, dia beristri," Sarah berucap sambil minum fresh milk. Mata Ayu pun menatap terbelalak kaget. Dia melirik dan akhirnya mengangguk setuju. Penilaian akan di kalikan 3 bila ternyata dia beristri.

" Sarah, kali 3 lagi.. istrinya hamil, perhatikan perutnya," sahut Ayu setelah menatap beberapa menit ke sosok berjilbab itu. Memang cantik.

Perempuan berjilbab dan lelaki berpoint 9 bagi Ayu itu tiba-tiba berhenti, dari belakang tampak wanita Jawa muda berpakaian putih-putih menggendong seorang balita dan memberikannya ke sang lelaki. Dia menggendong balita itu. Ayu dan Sarah menatap tak berkedip dan terdiam. Permaianan untuk sementara terhenti.

Kenapa Lelaki yang menggendong anak sangat menggairahkan ?!!

Rahma yang membelakangi lelaki itu bingung. Dia menatap kedua saudarinya aneh...

"Jangan-jangan....." Dia berputar dan melihat seorang lelaki dengan aura kebapakan tingkat tinggi menimang anaknya. Matanya terbelalak. Dan kembali di posisi semula dengan kartu mati. Dan ke 3 saudari itu seakan mengheningkan cipta sejenak.

" Di kali 3 lagi bukan?" Ujar Ayu.

Dan semua mengangguk.

Dan semua tersenyum.

Dan kembali bermain kartu.


Rumus : (nilai awal) x 3 (kalau beristri) x 3 (kalau istri hamil) x 3 (kalau sudah punya anak)
Permainan yang tidak penting tapi cukup menyenangkan. Hehehehe....