Wednesday, 5 December 2007

Paket itu masih mentah



PAKET A

Usia 35 tahun, kharismatik, kebapakan, pintar, low profile, memiliki senyum cerpelai yang menggemaskan, berfikir jauh kedepan, sederhana, karir yang cukup sukses di negeri impian, bahkan sudah memiliki rumah disana.

PAKET B

Usia 30 tahun, pintar, pekerja keras, sukses dengan menjadi pengusaha, suka automotif, sangat pengertian, personality yang mengagumkan, selalu bersikap baik kepada siapa saja, ceria.

PAKET C

Usia 30 tahun, kepintarannya bisa di bilang jenius, wajah antagonis dan senyum licik khas, suaranya renyah menyenangkan, karya-karya yang mengagumkan, berpenampilan sederhana.


Paket-paket yang indah bukan? Kalau bisa dibuat perumpamaan : seperti mangga yang ranum, warnanya oranye kemerahan, daging lembut, harum, enak di nikmati tanpa harus repot-repot bikin bumbu rujak.

Dan muncullah paket baru!

PAKET D

Usia 24 tahun, manis dan menggemaskan, tubuh yang aduhai, manja, super sensitif, penuh cinta, karir yang masih berada di tahap proses tapi memiliki masa depan yang cerah, haus perhatian dan kasih sayang, polos dan tulus.


Paket ini memang berbeda dengan 3 paket favorit ku di atas yang mereka sudah siap dipetik, mereka sudah melewati fase pembentukan kepribadian. Sedangkan paket D adalah paket yang masih harus dibina, diarahkan, dibentuk. Dan aku mencintainya, aku ingin membinanya, mengarahkannya, membentuknya. Dan dengan proses itu aku juga mengharapkan secara tidak langsung aku juga dibina, diarahkan, dibentuk dan bersama-sama mematangkan diri menjadi lebih baik.

“D” untuk Dhana, dan aku mencintainya..




* Tidak bermaksud untuk menganggap orang-orang yang pernah ada di hidup ku sebuah paket cepat saji dan dibanding-bandingkan, hanya sebuah perumpamaan bahwa aku tidak mau terus manja dengan hanya mau menerima mereka yang sudah jadi (matang) dan tidak lagi meremehkan mereka yang masih muda (mentah) karena mereka juga penuh cinta dan mengagumkan. Tanpa ada yang mentah tidak akan ada yang matang bukan ?