
Dia bertanya. "Dengan menjadi gay, yakin kamu akan dicintai?"
Ingin aku tutup sepasang telinga ini untuk sesegera mungkin tak mendengarkan pertanyaan itu, tapi terlambat. Aku benci untuk membencinya. Aku pun benci kenyataan dia menanyakannya. Keraguan apakah seorang pencinta sesama jenis layak untuk bisa dicintai?
Dengan ketidakyakinanmu akan kelayakanku untuk dicintai,
aku pun tidak lagi yakin bahwa dirimu layak mendapat cintaku.
aku pun tidak lagi yakin bahwa dirimu layak mendapat cintaku.
untukmu -mantan dewa pujaanku, karena patungmu telah ku sirnakan dari kuil pemujaanku. Jauh.
photo : gettyimages.com
photo : gettyimages.com