Friday, 6 June 2008

Match my man!

Memaksimalkan waktu yang lewat begitu saja dengan kegiatan yang tak berguna. Hahahaha.. akhirnya tergelitik mengisi Quis "Match your man'' di official website Sex and the City (the movie). Tak disangka hasilnya cukup menakjubkan.

Harry, nama lengkapnya Harry Goldenblatt, adalah salah satu lelaki di kehidupan Charlotte York. Sang pengacara perceraian yang sangat tertarik oleh sosok Charlotte. Berawal dari hanya sebatas hubungan sex saja sampai akhirnya menikah dan mengadopsi seoarang gadis china.

Dan Evan Handler lah yang membawakan watak Harry. Aktor yang terlahir di Queens, NYC. Membintangi beberapa film layar lebar maupun layar kaca : Six Feet Under, Law and Order, The West Wing, Miami Vice, Friends, Ed dan 24. Dia juga seorang penulis buku seputar perjuangan melawan Acute myeloid leukemia : Time On Fire: My Comedy of Terrors dan It's Only Temporary...The Good News and the Bad News of Being Alive.




Lihat senyumnya.. menggemaskan. Terlihat dewasa dengan kepala botak yang seksi, wajah yang menyegarkan berbalut kemeja pink yang sedikit memperlihatkan bulu dada halusnya... dan perut itu.... Sempurnaaaaaa.....



Tuesday, 3 June 2008

Sarapan (?)


Rutinitas pagi terbaruku. Terbangun jam 7 dan bergegas mandi. Menanti taksi yang sangat jarang ditemukan dalam keadaan kosong di depan kos. Menerima telpon dari seorang lelaki yang masih merahasiakan identitasnya dalam perjalanan menuju Tanah Abang. Membayar taksi Rp. 15.000 untuk Taksi Blue Bird atau Rp. 10.000 untuk Taksi Express. Menghempaskan diri di bangku mobil Aerio hitam milik Joseph yang baru saja menghantarkan istrinya. Ngobrol garing tingkat tinggi sembari meluncur menuju kantor untuk absensi. Dan mencari makanan yang asik untuk Sarapan. Sudah lama aku tidak menikmati nikmatnya makanan di pagi hari.

Tapi tidak tahu apa yang terjadi hari ini. Sarapanku terasa sangat spektakuler. Terdiri atas :
  1. 2 buah pisang goreng
  2. 1 buah coklat wafer TOP
  3. 1 buah coklat wafer Beng-beng
  4. Bubur ayam Pasar Puri (+ telor asin)
  5. Sepotong tart
Sepertinya hari ini akan menjadi sangat indah... hehehehe




Q! Film Festival 2008


Bersiap-siap untuk ajang festival film untuk eksistensi kaum yang (dulu) terpinggirkan




"Mereka"


Mungkin aku bukan Islam yang taat.
Tapi 1000% aku tidak mau menjadi Islam seperti "mereka"


Sunday, 1 June 2008

Malam merajam


Menerjang temaram aspal yang hanya tersinari lampu jalanan. Langkah kaki pincang dan erangan tertahan sepoi-sepoi mengalun dalam dinginnya angin malam. Luka itu menggigit kecil di balik kulit tersobek ketika debu-debu halus terbang dan mencakar.

Aku tetap melangkah menerobos keramaian malam. Percakapan dua satpam gendut di gardu membahas kenaikan BBM. Gonggongan anjing tak terlihat terkurung pagar raksasa hitam rumah mewah bertingkat. Pedagang ayam bakar mengipasi panggangan menebar asap kenikmatan. Derum sepeda motor anak kampung congkak melintas dengan suara knalpot-nya yang tak kalah kampungan. 3 lelaki cina agak gemuk yang semuanya menggairahkan keluar dari Honda Jazz dengan tawa aura keindahan. Dan akhirnya penderitaan itu berakhir dengan duduknya diriku di singgasana, sebuah bilik meja favorit ku di Warnet QQ Setiabudi.

Semua berawal dari lamunan yang tiba-tiba muncul tentang Harun, Salah satu lelaki impian yang tinggal jauh di negeri seberang, ketika aku berada di trotoar perempatan jalan. Dan tersadar kaki-ku terkilir terjerembab dengan cantiknya menghantam aspal. Ngilu. Aku berusaha berdiri dan kembali ke posisi normal tapi pergelangan kakiku menjerit. Lirikan anggun terlempar hanya untuk memastikan apa yang ada di bawah sana atas nama kebijakan sang otak akan keselamatan seluruh warga tubuh-ku. Kulit tipis terkelupas. Aku baik-baik saja. Langkah demi langkah aku memaksa tanpa ada yang menatap perduli karena aku tahu aku sedang ada di Jakarta. Dan tangan meremas pagar trotoar karena pergelangan kakiku berdenyut dan sobekan kulit itu basah akan darah. Aku lambaikan tangan memanggil taksi bertarif lama dan aku pun terhantarkan selamat sampai di kamar.

Mungkin ini sebuah pertanda. Mungkin aku diperingatkan karena dosa nista kenikmatan yang aku buat semalam. Mungkin juga karena aku pernah memakai alasan kaki terkilir untuk bolos kerja padahal aku menemui mereka yang menawarkan janji untuk masa depan. Mungkin, mungkin dan mungkin... Terlalu banyak kemungkinan yang akan muncul memenuhi database otakku. Sayangnya kapasitas luar biasa yang sudah Tuhan berikan sudah aku partisi agak tidak terlalu banyak membuang waktu dan pikiran aku untuk berfikir tentang setiap kejadian dengan analisa fantastis. Yang pasti aku terkilir dan jatuh. Titik.

Dan aku pun menunggu sebuah koneksi dengan seorang pria yang akan memberikan aku beban tambahan dalam menghadapi minggu-minggu kedepan. Dan dimanakah dia?



Terimakasih Prof. Utonium dan Gale atas semua jasanya membantuku menempuh hari ini.

gambar : milik www.gettyimages.com


Tuesday, 20 May 2008

daddy 0.2


Pertanyaan : Bagaimanakah caranya G-string bisa mengkait di tiang?





daddy 0.1


Mulai menggores pensil mencitra sosok indah bayangan kekasih masa depan (?)
hehehehehee - yeah yeah...