Thursday, 8 November 2007

Scissor Sisters dan Starbucks


Bulu : Aku takut, dia sudah menyentuh hati nih!! Ini bahaya!!
17an : Takut kenapa? Jarang-jarang ada yang benar-benar menerima kamu apa adanya, dengan segala kebandelan kamu selama ini. Image kamu tuh sudah hancur.. tulisan Tukang ONS sudah melekat di jidat..
Bulu : Emang kenapa dengan Tukang ONS ? What do you expect anyway, aku sudah punya pacar..
17an : Yang sekarang tinggal jauh di KL..
Bulu : Dan dia cinta matiku...
17an : Yang tidak pernah mau ML lagi denganmu sejak... zaman ibu kartini..
Bulu : Tapi aku masih mencintainya...
17an : Yang lebih memilih jalan dengan teman-teman socialitenya dari pada dengan kamu..
Bulu : Bitch!
17an : Whore..
Bulu : Cock Sucker!!
17an : Bareback Bottom..
Bulu : Whatt!!!

----hening------

17an : Sorry menyinggung, tapi aku ini saudarimu (bukan saudara lho, hehehe) yang akan selalu berkata apa adanya buat diri kamu sendiri. Tuan Putri mu yang sekarang menetap di negara yang (sering tertangkap media) memperlakukan orang Indonesia semena-mena, dengan karir yang "waw hebat sekali" di stasiun swasta internasional itu, tidak memperlakukan saudari ku yang menawan dengan tidak seharusnya. Mengedepankan apapun kecuali diri kamu. Dan ketika dalam kesendirian dan kesepian yang sangat mendalam maka kamu adalah satu-satunya yang (mau) ada untuk dia. He don't deserve YOU! Dan kamu akhirnya mencari celah-celah lain untuk kebutuhan nafsu birahi ke siapa aja, kecuali sang Putri tercinta, dan berakhir dengan sebuah label "Murahan" karena you slept with everything that walks. Dan sekarang ada orang baru muncul mau menerima segala kekuranganmu bahkan tahu kamu sudah punya pacar (jadi-jadian), dan kamu pun sebenarnya juga sayang dia.. Dan kau sia-sia kan.. Gowd! You're a loser...
Bulu : I hate you..
17an : I know..
Bulu : But I love you...
17an : Shut up..

----aku kembali menikmati "Take Your Mama Out" nya Scissor Sisters dari HP
dan Bulu minum sesuatu yang berwarna hijau lalu membaca majalah gratisan
di sofa pojok atas Starbucks Plaza Semanggi----


I'm Flying, and It's Suicide


Hanya dengan melirik dan tersenyum...

Aku akan terbang...

Terbang...

Terbang tinggiiiii........

Semakin tinggiiiii.......

Dan aku harus siap MATI!!!!


(mendengar-kegembiraan)


Aku ingat, dulu kata-kata diatas aku tulis di selembar kertas bekas print Job-req dari Account Executive (AE). Buah dari kehadiran Ridwan yang sering mondar mandir di depan mata. Putih gemuk dan menggemaskan. Stress sendiri deh pokoknya, kantor seperti neraka. Hehehehe.. Dan sekarang dia sudah pindah dan akhirnya aku bisa bernafas lega. Dan sekarang dia sudah menikah dan aku hanya bisa memberikan ucapan selamat dalam hati. Dan AE - AE pengganti pun berdatangan, kinclong-kinclong sih, tapi tak se-kinclong Ridwan. Hehehehe... Aku rindu gangguan dia, walaupun sebenarnya dia tidak ada niatan ganggu, tapi keberadaan citra tubuhnya di mata ini dan suara nya yang tertangkap oleh corong telinga ini yang kemudian terhantar oleh syaraf menuju otak dan menerkam hati. Aku sangat terganggu! (oleh keindahannya). Ceileeee....




"Nissan Teana" ku


Itulah julukan yang aku sematkan pada sosok pria berkepala botak, kulit bersih, senyum cerah. Satu-satunya (sampai saat ini) orang yang dengan berani menggangguku yang sedang bersandar, berusaha menahan kantuk dan pusing akibat beberapa minuman (yang aku tidak tahu apa nama dan isinya) dari teman-teman sepermainan ketika bertandang di Heaven Club, di salah satu malam minggu. Berjalan di depanku dan tiba-tiba tangannya menggamit sang mini-me yang tertidur pulas di balik jeans, dan dengan jantannya menatapku dengan menempatkan persis disamping kepalaku satu lengannya menahan keseimbangan tubuh.

"I like you, do you like me?"

Like, aku suka sekali dengan kata itu. Sederhana dan membuat aku sadar bahwa dia tidak mabuk, dan bahwa dia bukan tipe orang yang melankolis. Like, kata yang akhirnya menggiringnya melantai dan meliuk-liuk dalam desing suram Benny Bennasi. Like, kata yang membawa diriku-dirinya terbang lepas bebas dan menukik jatuh kedalam lembah nikmat. Dua kali.

Tubuhnya sangat smooth, menggemaskan. Tidak kurus dan tidak gemuk. Pas. Ekspresi yang sama ketika mata ku menoleh mengikuti sebuah Nissan Teana berjalan di depan gedung kantor. Anggun, cantik, mulus. Keindahan yang tidak akan bisa kumiliki, atau lebih tepat tidak mau ku miliki. Hanya mengagumi dan menikmati, tanpa hasrat memiliki. Sama sekali.

Puas akhirnya aku bisa mengendarai Nissan teana ini, karena keindahannya dan karena maksud lain. Dia adalah pinoy (orang Philipina), warga negara yang saat ini aku benci. Sangat bodoh memang, tapi karena dendam karena lelaki idaman ku di rebut oleh seorang pinoy, dan akhirnya aku menghajar pinoy ini sembari berkata dalam hati:

"See Ve, I fuck a pinoy, and this pinoy's waaaaayyyyyyy more beautiful than yours!!"

Dan semalam aku menatapnya lagi, dan tersenyum pahit, dia berbaring di tempat tidur dan mengemis-ngemis untuk kepuasan birahi. What a bitch.. (bukan dia, tapi aku)

Wednesday, 7 November 2007

aku (tidak) ingin berteriak

Dear Sahabatku,

Ingin rasanya mulut ini berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu. Tapi tertahan. Karena aku tidak mau berfikir bahwa kau, sahabatku, akan berbuat dan berkata apapun untuk menyakiti hati dan perasaanku.

Dan semakin hari semakin ingin aku
berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu. Tapi (lagi-lagi) tertahan. Karena (masih) tidak mau berfikir bahwa kau, sahabatku, akan berbuat dan berkata apapun untuk menyakiti hati dan perasaanku.

Karena tidak ingin aku
berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu. Aku berusaha mencari cara lain yang lebih berguna dari pada berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu.

Karena aku yakin akan sia-sia saja kalau aku tetap b
erteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu. Tidak menjelaskan apa-apa dan pasti kau akan bingung karena aku yakin bahwa kau, sahabatku, akan berbuat dan berkata apapun untuk menyakiti hati dan perasaanku.

Dan semuanya sudah terungkap, dan lupakan lah semuanya, hanya jangan bahas lagi perihal itu yang sempat membuatku ingin b
erteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu.

Karena aku menyayangimu, sahabatku..



Tuesday, 6 November 2007

jangan ambil tawa kami!



Urat nya bakso urat emang enak, tapi kalau urat itu di pakai pas ngomong? Capek deh. Dan itu lah yang aku hadapin beberapa waktu terakhir ini, dan semua bermuara dari klien yang semakin lama semakin brengsek.

Mereka memiliki banyak kepala yang semuanya punya porsinya masing-masing untuk semakin memporak-porandakan pertahanan kesabaran kami. Ada apa sih ini ? Account Executive dengan job-req Roro Jongrang-nya (semalam jadi) yang terkadang perubahannya gak penting atau malah rombak ulang layout design. Permintaan exercise sudah mulai biasa ditelinga - dalam hati perasaan aku tidak kerja di Celebrity Fitnest atau Fitnes First deh, tapi kenapa di suruh exercise terus? Apa karena aku terlihat gemuk? –

Dan dari sisi lain, pria kecil yang selalu aku panggil om sudah bermetamorfosa dari kucing manis menjadi singa betina binal jablay belum makan sebulan. Refisi-refisi yang never ending dari klien telah merubah susunan genetikanya dengan sedemikian rupa. Sial, dia berbicara seakan-akan kerjaan ku tidak beres, plin-plan, lalu berbicara tentang sistem birokrasi pekerjaan dan lain-lain. Aku tidak bodoh untuk tahu inti ucapan dia, dan itu lah yang bikin suasana hari-hariku jadi gloomy.

Berjalan menelusuri sistem kerja, yang seharusnya bertanggung jawab adalah Account Executive, selaku ujung tombak perusahaan terhadap klien, bagaimana mereka menjual karya kita dan menggiringnya sampai akhir. Dan tampaknya level bertarung mereka jauh dibawah klien dan akhirnya kalah! Menuruti apa yang klien ingin kan… Kalau begitu kenapa klien tidak bikin in house aja dari pada capek-capek outsource ?! Dan akhirnya bentrok antara aku dan Acount Executive semakin memanas. Dan aku tidak suka itu!!

Mereka adalah teman-teman ku juga, mereka juga capai, mereka juga bekerja keras, mereka juga merasakan ketidak-beresan ini. Dan aku sayang mereka.

Pagi ini aku pun memasang status di Yahoo Messenger :

I love my team and I want to keep it that way. So client, BACK OFF!!

belahan pun menyapa dunia


Pagi ini kembali aku memakai celana dalam mungil itu, melekat ketat dan sangat hipster, mau tak mau belahan indah pantat ku terlihat. Ow, I feel so sexy.. hehehe

Ini semua gara-gara kejadian beberapa hari setelah Lebaran. Panik ketika pembantu kos belum juga muncul dan stock baju yang semakin menipis, terutama celana dalam! Dan saat itu untuk laci underwear sudah tidak bersisa. Alert! Alert! Alert!

Sebelum ke tempat gym, kaki ini berlari masuk ke Lotus Dept Store di sebelah Sarinah dengan menahan pantat yang berasa kegelian. Sangat aneh merasakan kulit pantat langsung tanpa perlindungan menyentuh kain celana jeans, gatal yang menyebalkan. Yup, aku tidak pakai celana dalam! Hehehe.. memalukan sekali, tapi dari pada pakai celana dalam side A side B -jangan di tanya lagi kenapa karena ini sudah masalah yang prinsipil -

Mata menyapu rak-rak berisi kotak-kotak packaging celana dalam, semakin jelalatan saja menikmati gambar yang terpampang di packaging. Lelaki bertubuh indah yang hanya memakai celana dalam. Benar-benar menerapkan konsep "Sex Sale" sekali. Industri celana dalam sekarang cukup berkembang, mereka sudah berani memproduksi berbagai jenis celana dalam dari boxer sampai G-string (segmentasinya sudah detail menyerang gay-men), dengan pemilihan warna dan garis potong yang lebih variatif. Menempatkan gay-men sebagai konsumen kayaknya sangat pas untuk mendongkrak penjualan, karena mereka ini lah yang memiliki celana dalam jauh lebih banyak dibanding straight-men!

Fokus. Lupakan selangkangan dan pantat terbalut kain minim itu. Kualifikasi celana dalam : sederhana tapi seksi. Dan akhirnya yang terpilih adalah Mini Brief ukuran M (yang selalu aku pakai) merek lokal Ricky, 1 box berisi 3 potong. Lumayan murah dan (sepertinya) memuaskan. Bungkus!

Setelah menikmati sauna dan steam, berlama-lama mandi air hangat, dan sedikit flirting dengan Personal Trainer botak yang lucu itu - I think he's gay even i know he's married with 2 children, my gay-dar just say YES - Aku balutkan selembar kain pelindung berlabel Ricky itu dan.. sesak! Adek ku seakan-akan berteriak "Udara!! Aku butuh udara!!". Cek ukuran dan memang benar Medium, ukuran yang biasa aku pakai. Apa-apaan ini?! Apakah memang model nya begini? Ataukah... aku bertambah gemuk??!!!!! AAAAAAAAAHHH!!!!

Pagi ini kembali aku memakai celana dalam mungil itu, melekat ketat dan sangat hipster, mau tak mau belahan indah pantat ku terlihat. Ow, I feel so sexy.. hehehe





Monday, 5 November 2007

Bernama : Tatta


Terlahir di kaum Pariah (kasta terendah) India. Mampu merasuki jiwa binatang. Keluarganya di bunuh dan di bakar oleh Pasukan Kosala. Memiliki dendam yang tak terhingga kepada kerajaan Kosala karena pembunuhan keluarga dan sahabatnya, Chapra. Menjadi sahabat Siddhartha. Suami dari Migaila yang adalah cinta pertama Siddhartha. Menjadi pemimpin perampok bersama Migaila. Dan menjadi tokoh terseksi dalam serial graphic novel karya Osamu Tezuka : Buddha.

Lihat saja lekukan tubuh dengan goresan sederhana, gaya gambar khas Dewa Manga itu benar-benar memanjakan mata dan imajinasi ku. Sosok yang sangat seksi! Salah satu alasan mengapa aku tetap setia meng-khatam-kan Buddha.
I think I'm in Lust!!