Dear Sahabatku,Ingin rasanya mulut ini berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu. Tapi tertahan. Karena aku tidak mau berfikir bahwa kau, sahabatku, akan berbuat dan berkata apapun untuk menyakiti hati dan perasaanku.
Dan semakin hari semakin ingin aku berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu. Tapi (lagi-lagi) tertahan. Karena (masih) tidak mau berfikir bahwa kau, sahabatku, akan berbuat dan berkata apapun untuk menyakiti hati dan perasaanku.
Karena tidak ingin aku berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu. Aku berusaha mencari cara lain yang lebih berguna dari pada berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu.
Karena aku yakin akan sia-sia saja kalau aku tetap berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu. Tidak menjelaskan apa-apa dan pasti kau akan bingung karena aku yakin bahwa kau, sahabatku, akan berbuat dan berkata apapun untuk menyakiti hati dan perasaanku.
Dan semuanya sudah terungkap, dan lupakan lah semuanya, hanya jangan bahas lagi perihal itu yang sempat membuatku ingin berteriak menyebutkan alat kelaminku, alat kelaminmu, alat kelamin mereka, nama benda-benda yang berbentuk menjijikan, berbau menjijikan, berasa menjijikan, kotoran manusia, kotoran hewan dan sejenisnya di depan wajah mu.
Karena aku menyayangimu, sahabatku..