Sunday, 18 November 2007

kembali tampak bodoh


Izard : Jadi bagaimana dengan Pulau Hantu..
Iwan : Film apaan sih itu, gak penting..
Izard : Tapi lumayan lah dibanding yang lain kan?
Iwan : Yah, mending kamu ngobrol ma 17 aja deh, dia suka tuh film..
17an : Emang bagus bukan? aku suka shoot-shoot dinamisnya, ke ceriaan dan ke-gokilan anak-anak muda nya
Iwan : Dan bunuh bunuh bunuh dan bunuh..
17an : Mirip-mirip Scream bukan?
Iwan : So ?
17an : Lagian film ini segmented, dibuat untuk anak muda dan harus dapat feel anak muda donk, dan menurut aku sih dah cukup sukses.. Mungkin buat orang-orang selain anak muda akan melihatnya sebagai tontonan cemen, karena memang kita bukan segmentasi nya..
Iwan : Oke, kalau berbicara bisnis. Mungkin orang awam akan menganggap film ini bagus dan laris di pasaran. It's not a good movie, but a good "commercial" movie. Beda say. Kalau mau fair, harus di lihat dari berbagai sisi, banyak faktor yang harus di perhitungkan : Para pemain di depan kamera dan di belakang kamera. kemampuan mereka meracik film yang menjadi 1 paket utuh. Contoh : Ada Apa Dengan Cinta, segmentasi anak muda, dan karena keseriusan penggarapan menjadikan segmentasi melebar. Bahkan diyakini sebagai film penggugah tidur panjang nya industri perfilman diIndonesia. That's a good movie.

--- Kadang aku benci Iwan karena dia selalu membuat ku tampak bodoh ---