
Alkisah, hiduplah sebuah legenda
tentang Shirahime, sang Dewi Salju.
Konon, bila salju turun dengan deras,
itu tandanya Shirahime sedang menangis.
Di tengah hujan salju yang sangat lebat itulah,
kisah ini dimulai...
tentang Shirahime, sang Dewi Salju.
Konon, bila salju turun dengan deras,
itu tandanya Shirahime sedang menangis.
Di tengah hujan salju yang sangat lebat itulah,
kisah ini dimulai...
Tulisan di atas terpatri di cover belakang ketika mengambil komik Shirahime-Syo (The Snow Goddess) karya Clamp ini. Cukup menarik, walaupun sebenarnya alasan aku membawa komik ini ke cashier counter adalah karena Clamp sendiri. Tim komik all female yang luar biasa menakjubkan dengan karya-karya (yang buat aku pribadi sangat inspiring) seperti Clover, X/1999, xxxHolic, Angelic Layer, Chobits, CardCaptor Sakura, RG Vega, Magic Knight Rayearth, dan lain lain.
Dan walaupun sedikit pesimis dengan tampilan covernya yang kurang oke (yang aku percaya itu adalah kesalahan penerbit karena gambar tidak tajam dan berkesan asal "crop"), aku kembali terpaku dan terpesona dengan lembar-lembar bergambar di dalam nya. Indah sekali..
Cinta, indah, sedih, haru, aku sendiri sangat terharu... (aku bener-bener sedang berlebihan)
Dan walaupun sedikit pesimis dengan tampilan covernya yang kurang oke (yang aku percaya itu adalah kesalahan penerbit karena gambar tidak tajam dan berkesan asal "crop"), aku kembali terpaku dan terpesona dengan lembar-lembar bergambar di dalam nya. Indah sekali..
Mengangkat 3 cerita yang didasari dari cerita rakyat Jepang...
Cerita pertama, tentang seorang gadis pergi untuk membunuh serigala berbulu hitam yang diyakini adalah pembunuh sang ayah, tapi semuanya menjadi lebih rumit karena adanya keraguan keyakinan sang gadis dan berakhir tragis.
Cerita kedua mengisahkan sepasang kekasih yang terpisahkan dan berusaha membuktikan janji untuk kembali bersama, dan mereka pun kembali bertemu, walau tidak seperti yang diharapkan.
Cerita terakhir adalah tentang kecemburuan seorang lelaki akan kemesraan sepasang burung bangau sehingga dia membunuh kedua burung bangau itu, dengan berakhir penyesalan.
Cinta, indah, sedih, haru, aku sendiri sangat terharu... (aku bener-bener sedang berlebihan)