
" 17an, ini ada refisi baru dari client. Jadi logo yang kanan di take out, di ganti tulisan GRATIS! yang besar warna kuning, atau mungkin putih, yah mereka belum decide sih pilih mana tapi coba nanti dibuat alternatif aja. Background warna merah diganti warna biru, mereka tidak suka aja. Bodycopy di rubah total menjadi Dapatkan kesempatan berlibur ke Alaska selama 7 hari. Untuk ukuran ternyata mereka ada 2 keysheet yang berbeda, jadi coba di aplikasikan keduanya. Kalau bisa jam 3 selesai yah karena aku mau kirim Client lagi jam 4 nya. Danke yah sweety"
Dan sang AE pun melenggang dengan anggunnya kembali ke meja nya setelah memberi brief refisian yang tidak pernah ada habisnya. Dan apa yang harus aku lakukan ?
Ini lah reaksi ku biasanya :
" Maksudnya apa ini? Kemarin bilangnya pindahin logo dari yang kiri ke kanan, karena ingin logo stand out, sekarang di hilangkan aja, alasannya apa? lalu tiba-tiba di ganti tulisan GRATIS! yang juga belum jelas kenapa, belum lagi permintaan warna yang mereka juga bingung mau warna apa. Warna di Background di ganti jadi biru?! Perjalanan warna jadi cukup panjang yah, pertama kita dah konsep kan print-ad nya adalah dominasi merah dan di kombinasi kuning, lalu mereka request jadi hijau, lalu minta exercise dengan warna jingga, lalu balik ke merah, sekarang minta BIRU! Selama mereka bisa kasih alasan yang masuk akal sih oke aja, tapi lama kelamaan desain jadi hancur. Mereka minta kita konsisten tapi kok mereka sendiri plin plan"
Dan hasilnya adalah, setelah bersitegang jambak menjambak cakar mencakar dan saling bersilat lidah, aku tetap harus kerjakan refisian. Sama aja. Sama aja. Dan aku capek.
Sekarang apapun yang AE lempar aku sudah mengurangi nada-nada protes, sedikit demi sedikit. Percuma juga memukul gong pertempuran lagi, karena pertempuran sesungguhnya adalah antara AE dan Client. protes-protes itu hanya membuang banyak waktu ku, lebih baik di kerjakan sampai secepatnya selesai dan kembali ke kerjaan Side Job yang duitnya lebih besar.
Mengalah bukan untuk kalah,
hanya ingin memanjakan mood ku saja
supaya tidak terbuang sia-sia
hanya untuk bermarah-marah
hanya ingin memanjakan mood ku saja
supaya tidak terbuang sia-sia
hanya untuk bermarah-marah