
Mungkin karena aku berkenalan dengan dia di Heaven Club, dimana dentuman musik menghajar detak jantung dan nadi, dimana hanya segelintir cahaya penerangan berwarna warni yang bergerak dinamis, dimana Cupid mencekoki diriku dengan 4 spot Tequila dyang membuat semua terasa gempa.
Yup, aku berkenalan dengan seorang beruang kecil bernama Dhana, dari abang mungil yang sudah aku kenal puluhan abad yang lalu. Dan Tequila mempermudah segalanya. Bermula dari gigitan jeruk yang berakhir dengan ciuman yang panjang dan membuai, yang sayangnya aku salah karena ciuman itu berlanjut terus, berdiri, terduduk, tertidur, menindih, bibir ini melekat memagut. Bibir yang enak untuk di kulum karena tebal menggemaskan.
Seakan lupa bahwa 4 jam sebelumnya aku bercerita kepada Yama dan Iwan tentang bagaimana manisnya Dodik dengan kiriman makan sore, telpon-telpon manis dan SMS-SMS pelipur lara, masakan indomie telor double di pagi hari, pernyataan cinta dalam lagu Ruth Sahanaya.
Seakan lupa bahwa 1,5 jam sebelumnya hati ini sedikit sebal karena kehadiran orang lama yang berkarakter keras kepala dan menganggap semua orang bodoh karena (dikira) mempercayai semua kebohongannya. Dan malam itu dia membawa kakek-kakek ke Heaven Club. Hello.. It's Gay Club, bukan Panti Jompo!
Seakan lupa bahwa 30 menit yang lalu Alpha boy menanyakan perihal hubungan aku dengan Aji, yang aku menjawabnya dengan "no comment" dan dia tidak percaya karena dia mendapatkan informasi dari orang yang sangat terpercaya, dan yang aku (dulu) percaya, sangat tidak dimaafkan... Aku bukan artis! For God Shake!!
Seakan lupa bahwa 1 jam yang lalu aku sedikit kebingungan tidak jelas karena ternyata Ve muncul bersama pinoy, sang kekasih, dan the whole Bear gank nya. Hati ini masih belum bisa menerima walaupun harusnya aku sudah bisa menerima dan memang aku tidak berhak untuk tidak menerima..
Seakan lupa bahwa 2 jam yang lalu aku menemui pinoy Nissan Teana yang memasang muka kecut-asam-asin karena aku tidak membalas SMS dia yang menanyakan apakah aku akan datang ke Heaven malam itu, dengan alasan pulsa habis, dan dia bilang baik-baik saja, melantai berdua untuk beberapa hembusan nafas dan kembali bergabung dengan gerombolan ekspatriat chinese-nya..
Tapi aku ingat besok aku akan datang lagi ke Dharmawangsa Square untuk bisa dapat menemui wajah Aji dengan senyuman cerahnya, sorot mata antagonisnya, bibir mungil dengan sejuta sensasi ketika dia berkata-kata. Pungguk ini masih saja mengharapkan bulan..
Dan pagi ini aku melihat betapa lucu nya wajah Dhana, bentuk wajah bulat, bibir tebal, tertidur pulas di sampingku. Dia masih sangat muda. Apakah aku berhianat terhadap cinta tulus Dodik? Apakah aku berhianat terhadap kecemburuan pinoy Nissan Teana yang dari awal sudah di sepakati bahwa hubungan kami hanya sebatas sex? Apakah aku berhianat terhadap altar Aji yang kubangun di kamar?
Yup, aku berkenalan dengan seorang beruang kecil bernama Dhana, dari abang mungil yang sudah aku kenal puluhan abad yang lalu. Dan Tequila mempermudah segalanya. Bermula dari gigitan jeruk yang berakhir dengan ciuman yang panjang dan membuai, yang sayangnya aku salah karena ciuman itu berlanjut terus, berdiri, terduduk, tertidur, menindih, bibir ini melekat memagut. Bibir yang enak untuk di kulum karena tebal menggemaskan.
Seakan lupa bahwa 4 jam sebelumnya aku bercerita kepada Yama dan Iwan tentang bagaimana manisnya Dodik dengan kiriman makan sore, telpon-telpon manis dan SMS-SMS pelipur lara, masakan indomie telor double di pagi hari, pernyataan cinta dalam lagu Ruth Sahanaya.
Seakan lupa bahwa 1,5 jam sebelumnya hati ini sedikit sebal karena kehadiran orang lama yang berkarakter keras kepala dan menganggap semua orang bodoh karena (dikira) mempercayai semua kebohongannya. Dan malam itu dia membawa kakek-kakek ke Heaven Club. Hello.. It's Gay Club, bukan Panti Jompo!
Seakan lupa bahwa 30 menit yang lalu Alpha boy menanyakan perihal hubungan aku dengan Aji, yang aku menjawabnya dengan "no comment" dan dia tidak percaya karena dia mendapatkan informasi dari orang yang sangat terpercaya, dan yang aku (dulu) percaya, sangat tidak dimaafkan... Aku bukan artis! For God Shake!!
Seakan lupa bahwa 1 jam yang lalu aku sedikit kebingungan tidak jelas karena ternyata Ve muncul bersama pinoy, sang kekasih, dan the whole Bear gank nya. Hati ini masih belum bisa menerima walaupun harusnya aku sudah bisa menerima dan memang aku tidak berhak untuk tidak menerima..
Seakan lupa bahwa 2 jam yang lalu aku menemui pinoy Nissan Teana yang memasang muka kecut-asam-asin karena aku tidak membalas SMS dia yang menanyakan apakah aku akan datang ke Heaven malam itu, dengan alasan pulsa habis, dan dia bilang baik-baik saja, melantai berdua untuk beberapa hembusan nafas dan kembali bergabung dengan gerombolan ekspatriat chinese-nya..
Tapi aku ingat besok aku akan datang lagi ke Dharmawangsa Square untuk bisa dapat menemui wajah Aji dengan senyuman cerahnya, sorot mata antagonisnya, bibir mungil dengan sejuta sensasi ketika dia berkata-kata. Pungguk ini masih saja mengharapkan bulan..
Dan pagi ini aku melihat betapa lucu nya wajah Dhana, bentuk wajah bulat, bibir tebal, tertidur pulas di sampingku. Dia masih sangat muda. Apakah aku berhianat terhadap cinta tulus Dodik? Apakah aku berhianat terhadap kecemburuan pinoy Nissan Teana yang dari awal sudah di sepakati bahwa hubungan kami hanya sebatas sex? Apakah aku berhianat terhadap altar Aji yang kubangun di kamar?
Sudah lah..
Aku hanya merindukan Aji.....
Sangat merindukan Aji.
Aku hanya merindukan Aji.....
Sangat merindukan Aji.