Sunday, 4 November 2007

Jadi buat apa pacaran ?

Mas Bejo, wajah mas-mas jawa nya bisa di bilang tampan, badannya tidak berotot, tidak gendut atau pun kurus, tapi pas dan keras. Kenal sekitar 6 bulan yang lalu di Gym. Bisa di bilang dia adalah sosok 5 second beauty (keindahannya hanya bisa di nikmati beberapa saat saja di awal), karena personalitinya yang angkuh dengan level narsisme akut. Bayangkan, dia hanya berbicara tentang diri sendiri dan selalu ada saja yang dibahas tentang kekurangan orang lain (yang intinya adalah meninggikan mutu diri). Pernah mampir ke rumahnya (bagus lah ternyata dia sudah punya rumah sendiri di daerah belakang Rasuna) yang banyak di pajang photo studio close up wajah dia memakai toga., terpasang di ruang tamu, ruang makan dan kamar tidur utama. Ada apa sih dengan photo itu? Sebegitu bahagianya kah dia dengan gaun hitam biru dan topi itu? Apakah dia suka terlihat sangat berpendidikan? Ada yang aneh dengan orang ini, karena walau di photo studio itu dia tampak berpendidikan, kenapa tutur kata dan pemikiran dia tidak tampak seperti orang yang mengenyam bangku kuliah? Aduh, udah lah jangan membahas background kehidupan dia yang absurd itu, karena bahasan utamanya adalah kalimat yang dia ucapkan malam minggu yang lalu di Comedy Café, Pasar Festival.

“Aku tuh sudah 5 tahun terakhir ini tidak pernah ML lagi sama pacarku.”
(dengan cengkok jawa yang kental)

Nah lo! Kok bisa yah? Apakah karena itu dia suka (lebih tepatnya : sering) mencari mangsa di sauna-steam Gym? dan bisa-bisa ML di tempat atau di kos sang korban (yang besoknya si korban akan menyesali kebodohannya seumur hidup, seperti yang pernah aku alami.. hehehe kok malah buka kartu sendiri) Alasan dari Mas Bejo adalah karena hasrat nafsu sudah hilang, jatuhnya lebih ke sayang. Dan nafsu sekarang bisa di wakilkan ke jutaan orang lain di dunia ini (selain pacarnya). Jadi buat apa pacaran?

Selebihnya aku bingung menyerapi ucapan-ucapan berikutnya, dari pada pusing aku mengundurkan diri saja karena anak-anak sudah menunggu di Sarinah buat nonton midnite. Dan dalam perjalanan aku masih berpikir. Apakah ini adalah masalah standar dari dunia Gay ? Apa yang terjadi ketika hubungan sudah dalam hitungan tahun? (Wajar lah aku bingung karena sampai sekarang belum pernah sampai tahunan, maksimal 1 bulan paling pendek 1 minggu)

Seorang sahabat, Om Josh yang sudah puluhan tahun berpacaran dengan (Tante) Roni. Mereka berakhir dengan open relationship. Om di perbolehkan kemana-mana dalam pencurahan nafsu, (tante) Roni juga demikian, terkadang ketika malam pulang kerumah (mereka tinggal serumah) dari kedua belah pihak bercerita tentang petualangan masing. Kata om sih, selama tidak pakai hati, gak masalah. Aduh capek deh. Jadi buat apa pacaran?

Seorang sahabat satu lagi, Om Ardhi yang juga belasan tahun pacaran dengan (tante) Dean. Hubungan mereka di depan gank nya sangat harmonis layaknya Widyawati dan Sophan Sophian. Tapi sebenarnya, Om Ardhi tanpa sepengetahuan (tante) Dean suka flirting kemana-mana, dimana-mana dan siapa aja. Dan dari teman sekerja (tante) Dean yang adalah temanku, melakukan hal yang sama. Aduh aku sampai gak haabis pikir. Jadi buat apa pacaran?

Apakah fungsinya sebuah komitmen kalau akhirnya semua berperilaku single ?
Jadi buat apa pacaran?!!

Benar-benar tidak paham karena sampai saat ini aku masih mempercayai love will last forever. Naif mode on! Hehehhe… Atau apakah aku harus mengakui bahwa kepercayaanku salah? Aduh, aku benar-benar bingung! Toloongg!!! Tolong!!!!!
Tolong!!!!!